Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) memperingatkan siap kembali melanjutkan perang dengan Iran jika upaya mencapai kesepakatan damai menemui jalan buntu.
Peringatan itu muncul saat Presiden Donald Trump menegaskan setiap kesepakatan harus memenuhi syarat mutlak Washington, termasuk memastikan Teheran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir.
Gedung Putih sebelumnya memberi sinyal Trump semakin dekat mengambil keputusan terkait potensi kesepakatan dengan Iran. Namun, Teheran membantah telah ada kesepakatan final untuk mengakhiri konflik yang berlangsung.
Sejumlah sumber AS mengatakan kepada AFP bahwa rancangan kesepakatan sebenarnya tinggal menunggu persetujuan akhir Trump. Meski begitu, Trump belum mengambil keputusan usai menggelar rapat di Situation Room Gedung Putih pada Jumat waktu setempat.
Di tengah ketidakpastian itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan peringatan keras saat menghadiri forum pertahanan di Singapura.
"Washington lebih dari mampu untuk kembali melanjutkan perang," ujar Hegseth, dikutip dari AFP, Sabtu (30/5/2026).
Komando Pusat AS (CENTCOM) juga menegaskan pasukan Amerika tetap siaga di kawasan. Dalam unggahan di X, CENTCOM menyebut personel militer AS "tetap berada di kawasan dan terus waspada."
Prospek kesepakatan kembali dipertanyakan pekan ini setelah AS melancarkan serangan ke pelabuhan Bandar Abbas di Iran. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan balasan.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada Sabtu melaporkan sistem pertahanan udara negaranya berhasil menembak jatuh sebuah drone yang disebut milik "musuh agresor AS-Zionis," mengutip pernyataan militer Iran.
Meski ketegangan meningkat, jalur diplomasi masih terus berjalan.
Pembahasan juga mencakup upaya penghentian pertempuran di Lebanon. Iran menegaskan isu Lebanon harus masuk dalam setiap pembicaraan penghentian perang, sementara pasukan Israel dilaporkan terus bergerak lebih jauh di wilayah tersebut.
Trump menegaskan dua prioritas utama Washington dalam setiap kesepakatan adalah Iran harus berkomitmen tidak pernah mengembangkan senjata nuklir, serta membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini diblokade.
"Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang menguntungkan Amerika Serikat dan memenuhi garis merahnya," kata seorang pejabat Gedung Putih. Ia menambahkan, "Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir."
(pgr/pgr)
Addsource on Google

















































