Warga Iran berjalan di depan lukisan raksasa mengilustrasikan kapal di Selat Hormuz yang terpampang di Teheran, Senin (20/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI — Otoritas Penerbangan Sipil Iran mengumumkan penutupan sementara wilayah udara di atas Iran bagian barat pada Sabtu(23/5/2026) waktu setempat.
Kebijakan tersebut diambil seiring dengan adanya laporan jika militer Amerika Serikat (AS) tengah bersiap untuk memulai serangan baru terhadap Iran di tengah upaya diplomatik tak langsung antara kedua negara untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Dalam sebuah pernyataan, lembaga tersebut menyampaikan bahwa seluruh izin penerbangan sipil telah ditangguhkan di bandara-bandara yang terletak di sektor barat Wilayah Informasi Penerbangan (Flight Information Region) Teheran.
Saat ini, hanya delapan bandara di seluruh negeri yang tetap beroperasi, termasuk Bandara Mehrabad dan Bandara Imam Khomeini di Tehran, serta bandara di Isfahan dan Yazd, lapor Gulf News.
Di bandara-bandara yang masih beroperasi tersebut, penerbangan bahkan dibatasi hanya pada siang hari antara matahari terbit hingga matahari terbenam. Selain itu, maskapai penerbangan diwajibkan untuk mendapatkan persetujuan baru dari Otoritas Penerbangan Sipil untuk setiap jadwal penerbangan.
Kebijakan ketat tersebut diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional dan kembali mencuatnya spekulasi mengenai kemungkinan eskalasi militer lebih lanjut yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

5 hours ago
4














































