Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengecek kondisi atap ruang kelas II SDN 2 Sribit, Kecamatan Delanggu yang ambruk, Jumat (3/4/2026). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN — Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meminta seluruh sekolah di wilayahnya segera melakukan pengecekan kondisi bangunan menyusul insiden ambruknya atap ruang kelas II di SDN 2 Sribit.
Instruksi tersebut disampaikan Hamenang saat meninjau langsung lokasi kejadian, Jumat (3/4/2026). Ia menegaskan langkah ini penting sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.
“Kami akan membuat surat edaran ke kepala sekolah SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemkab. Berdasarkan pengalaman ini, semuanya harus dicek,” ujarnya.
Antisipasi Bangunan Lama
Hamenang menjelaskan, sejumlah bangunan sekolah kemungkinan memiliki kondisi serupa, terutama yang hanya mengalami perbaikan sebagian. Menurutnya, meski genteng terlihat masih layak, struktur utama bangunan bisa saja sudah menua.
“Bisa jadi gentengnya masih bagus, tapi rangka atapnya sudah lama. Ini yang jadi pekerjaan rumah,” katanya.
Penanganan dan Langkah Lanjutan
Pasca kejadian, pembersihan material atap yang runtuh akan dilakukan oleh BPBD bersama relawan. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dijadwalkan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap bangunan sekolah pada awal pekan depan.
Pemerintah Kabupaten Klaten juga telah mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar proses perbaikan bisa segera dilakukan.
Meski ruang kelas terdampak tidak dapat digunakan, kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang alternatif seperti ruang guru dan ruang kepala sekolah.
Kronologi Kejadian
Atap ruang kelas II di SDN 2 Sribit ambruk pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 12.20 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka karena peristiwa terjadi setelah kegiatan belajar selesai dan siswa telah pulang.
Selain ruang kelas II, dampak kerusakan juga terjadi pada ruang perpustakaan dan kelas I. Namun, bagian bangunan yang runtuh hanya terjadi di ruang kelas II.
Bangunan sekolah tersebut terakhir direhabilitasi pada 2005 dengan fokus pada perbaikan atap dan genteng.
Skema Pembelajaran Sementara
Kepala sekolah, Sri Rejeki, menyebut total siswa di SD tersebut sebanyak 32 anak. Untuk sementara, siswa kelas I dan II menjalani pembelajaran dari rumah.
“Kami sudah berkoordinasi, untuk besok pagi kelas I dan II belajar di rumah dengan tugas dari guru. Sementara kelas III sampai VI tetap masuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh siswa ditargetkan kembali belajar di sekolah mulai Senin (6/4/2026) dengan penyesuaian ruang kelas.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Klaten juga telah mengajukan permohonan khusus ke Kemendikdasmen guna mempercepat proses penanganan. Pemerintah berharap tim dari pusat dapat segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id


















































