Tim SAR potong gerbong evakuasi penumpang KRL terjepit usai tabrakan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Basarnas tengah melakukan evakuasi penumpang KRL yang terjepit setelah tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin malam. Insiden ini mengakibatkan korban jiwa dan sejumlah penumpang mengalami luka-luka.
"Petugas melakukan pemotongan bagian rangkaian gerbong untuk mengeluarkan penumpang yang terjepit," ujar Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso pada Senin malam.
Proses evakuasi difokuskan pada gerbong wanita yang berada di posisi paling belakang rangkaian KRL. Laporan sementara menyebutkan sekitar enam sampai tujuh orang masih dalam proses evakuasi.
Basarnas menggunakan peralatan ekstrikasi berat dalam operasi ini, yang dipimpin oleh Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo dan Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika.
Insiden tabrakan terjadi pada pukul 20.55 WIB antara KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 yang melayani rute Gambir - Surabaya Pasarturi dan rangkaian KRL.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengonfirmasi bahwa empat penumpang meninggal dunia, sementara 38 lainnya telah dievakuasi ke RS Primaya, RSUD Kota Bekasi, dan RS Bantargebang untuk mendapatkan perawatan medis.
Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo selamat, meskipun beberapa mengalami luka ringan. "Penumpang KA Argo Bromo Anggrek disiapkan untuk dikembalikan ke Stasiun Gambir. KAI bertanggung jawab penuh baik dari sisi precovery maupun penanganan korban," tambah Anne Purba.
KAI juga telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur dan menyediakan layanan call center di nomor 121 bagi keluarga yang ingin memastikan kondisi penumpang.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
1
















































