Petugas melakukan perawatan gajah di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (5/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku akan menemui Kementerian Kehutanan untuk membahas lelang Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang akan berakhir Mei 2026. Hingga saat ini terdapat tiga lembaga konservasi dari puluhan lembaga konservasi yang menyatakan kesiapan mengelola Bandung Zoo.
"Di lelang ulang ini diharapkan sudah ada ruang negosiasi antara penyelenggara lelang dengan para peserta lelang. Kemarin tersisa tiga dari banyak (peserta)," ucap dia kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Ia menuturkan salah satu kendala dalam lelang Bandung Zoo yaitu terkait komitmen nilai dari lembaga konservasi yang akan mengelolanya. Sebab diketahui aset Kebun Binatang Bandung sangat tinggi.
"Jadi memang kita membutuhkan mitra yang memiliki kemampuan finansial dan manajemen yang sangat kuat. Saya memang hanya bisa menunggu secara pasif hasil dari seleksi panitia," kata dia.
Selain itu, kontrak dengan pengelola akan berlangsung hingga 26 tahun dengan nilai investasi mencapai triliunan. Hasil audit oleh Kejaksaan Tinggi, omzet Bandung Zoo dari tiket mencapai Rp 26 miliar setahun.
"Pokoknya pekan ini harus selesai aja ke Kementerian Kehutanan," kata dia.
Sebelumnya, sejumlah lembaga konservasi menyatakan kesiapan mengelola Bandung Zoo. Mereka pun sudah melakukan ikut seleksi lelang yang diadakan Pemkot Bandung.
Pendaftaran lelang diperpanjang mengingat belum adanya pihak yang disahkan mengelola Kebun Binatang Bandung.

52 minutes ago
1

















































