Koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Maimon Herawati bersama aktivis dari negara lain berada di pelabuhan Barcelona, Spanyol, Sabtu (11/4/2026).
Laporan jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Istanbul
REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA – Pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla (GSF) menembus blokade Gaza mulai diganggu oleh Zionis Israel. Pada Rabu (29/4/2026) malam, 11 dari 56 kapal GSF yang berlayar di perairan internasional Laut Mediterania di dekat Yunani mengalami hilang kontak setelah sempat didekati armada militer Zionis Israel.
“Baru saja, kurang dari setengah jam yang lalu, saya sebagai salah satu dari Steering Committee Global Sumud Flotilla mendapatkan informasi yang sudah clear untuk disampaikan kepada masyarakat luas bahwasannya flotilla kami, terdiri saat ini dengan 56 kapal, itu didatangi oleh satu kapal yang menjelaskan kalau dia adalah dari Israel,” ujar anggota Steering Committee Global Sumud Flotilla Maimon Herawati, Kamis dini hari.
Ia mengatakan, sebagian kapal melaporkan didatangi satu kapal yang mengeklaim berasal dari pasukan penjajahan Israel. Mereka kemudian mengacungkan senjata semiotomatis ke para peserta armada menuju Gaza dan memaksa mereka berlutut.
“Jadi kita belum memastikan Israel apa bukan, tapi self-identified atau dia mengatakan dia dari Israel yang kemudian menyuruh teman-teman untuk berbalik arah,” ujar Maimon.
Selepas kejadian itu, 11 kapal kemudian hilang kontak dan tak bisa dihubungi. Maimon menduga ini karena sinyal radio diacak pihak pencegat kapal-kapal tersebut.
“Jadi memblokade frekuensi sehingga ada 11 kapal yang tidak bisa kami deteksi kondisinya saat ini. Tetapi so far sejauh ini berharapnya ya, karena ini belum ada kepastian.”
“Semoga ini belum merupakan interception atau pembajakan. Kondisi teman-teman di lokasi yang lain tenang, kalem, tidak panik. Dan sesuai dengan pelatihan sebelum-sebelumnya, ini adalah gerakan non-violence, gerakan tanpa kekerasan,” ujar Maimon. Ia juga memerinci bahwa sekitar 110 peserta ada di dalam 11 kapal tersebut.
Menurut Maimon, pengintaian terhadap armada sedianya sudah mulai terindikasi saat kapal-kapal masih bersandar di Barcelona, Spanyol. "Waktu saya jaga malam, sudah ada drone-drone yang terlihat," kata dia. Ia mengatakan sebanyak tujuh drone teridentifikasi telah mengintai armada sejak di Spanyol.

1 hour ago
1

















































