BYD Fokus Jaga Harga tak Naik dalam Waktu Dekat, Sasar Pasar Hybrid di Indonesia Lewat M6 DM

6 days ago 16

REPUBLIKA.CO.ID, 

JAKARTA -- BYD Motors Indonesia memastikan belum akan menaikkan harga kendaraan meski pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi dan impor kendaraan.

Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai kajian sebelum memutuskan berinvestasi di Indonesia sehingga tetap optimistis menghadapi dinamika pasar otomotif nasional.

“Kami telah memikirkan kondisi-kondisi ini melalui studi yang menyeluruh dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan yakin dengan strategi yang kami miliki, baik secara produk, harga, juga promosi-promosi yang kami akan lakukan,” kata Luther di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga pada masa depan. Namun, menurut dia, kenaikan harga kendaraan belum menjadi strategi jangka pendek perusahaan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), BYD justru memperluas strategi elektrifikasinya dengan menghadirkan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui BYD M6 DM atau M6 Cross berteknologi Dual Mode (DM).

Menurut Luther, kendaraan hybrid tersebut disiapkan sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan namun masih memiliki kekhawatiran terhadap keterbatasan infrastruktur kendaraan listrik, terutama di luar kota dan wilayah rural.

“Kami melihat banyak masyarakat yang ingin beralih ke EV, namun masih ada rasa khawatir di sisi hal-hal yang belum bisa dijawab dengan kondisi kendaraan EV saat ini, terutama konsumen di area rural dan out of city,” ujarnya.

Ia menjelaskan teknologi DM menggabungkan sistem kendaraan listrik dan hybrid sehingga mampu digunakan secara efisien untuk perjalanan jarak dekat maupun jauh. Motor listrik dari baterai berkapasitas besar menjadi sumber tenaga utama, sementara mesin bensin bekerja untuk menghasilkan energi tambahan ketika dibutuhkan.

BYD M6 DM dibekali mesin 1.500 cc dengan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm yang dipadukan dengan motor Electric Hybrid System (EHS) 5.0 berputaran hingga 15.000 rpm. Sistem tersebut memungkinkan kombinasi tenaga mesin dan motor listrik untuk menjaga efisiensi saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.

Menurut Luther, kendaraan dengan teknologi DM telah diterima baik di pasar global dengan total distribusi lebih dari 7,5 juta unit. BYD menilai kondisi pasar Indonesia saat ini menjadi momentum tepat untuk menghadirkan teknologi hybrid sebagai jembatan menuju era kendaraan listrik penuh.

“Saat ini mungkin masih ada masyarakat yang belum mau langsung transisi ke EV. Kendaraan ini adalah jawabannya,” katanya.

Selain memperluas lini produk, BYD juga terus memperkuat investasi di Indonesia. Perusahaan asal China tersebut tengah membangun fasilitas perakitan kendaraan di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun.

Pabrik yang kini memasuki tahap akhir pembangunan itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2026. Saat ini, BYD telah memasarkan sejumlah model di Indonesia seperti Seal, Atto, Dolphin, dan M6.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|