ChatGPT Akhirnya Temukan Sumber Duit Usai Bakar Duit Gede-gedean

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - OpenAI raup keuntungan dari uji coba iklan di ChatGPT dalam waktu singkat. Kabarnya perusahaan mengantongi US$100 juta (Rp 1,6 triliun) selama kurang dari sebulan setelah diluncurkan di Amerika Serikat (AS).

Juru bicara menjelaskan iklan ini hasil kerja sama dengan lebih dari 600 pengiklan. Perusahaan disebut belum melihat dampak apapun mengenai kepercayaan terkait privasi, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (31/3/2026).

Menurut juru bicara, kurang dari 20% mereka yang masuk dalam uji coba melihat iklan setiap hari.

OpenAI juga mulai membuka opsi uji coba di luar AS, yakni untuk pengguna Kanada, Australia dan Selandia Baru. Namun belum ada informasi lebih lanjut soal rencana tersebut.

Pada awal tahun ini, OpenAI mengumumkan rencana melakukan uji coba memunculkan iklan. Proyek ini diperuntukkan bagi pengguna gratis dan pelanggan ChatGPT Go di AS.

Iklan muncul di bagian bawah chatbot. Tidak ada dampak pada respon chatbot dan iklan akan diberikan label yang jelas.

Ada beberapa hal yang dikecualikan dalam uji coba ini. Mulai dari pengguna di bawah 18 tahun tidak bisa melihat iklan, dan tidak akan muncul untuk topik seperti politik, kesehatan dan kesehatan mental.

Meski berjalan dengan sukses, ada sejumlah pengiklan yang mengaku frustasi. Menurut mereka, peluncuran uji coba dirasa lambat dan konservatif.

Terkait hal ini, OpenAI mengaku kecepatan bertahap program memang disengaja. Perusahaan bertujuan mempelajari dan menyempurnakan pengalaman konsumen sebelum akhirnya memperluas kemampuan itu.

"Kami optimistis dengan sinyal awal pengguna dan merek yang berpartisipasi, dan melihat minat yang kuat dari pengiklan," perusahaan menambahkan.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|