Chelsea Pecat Rosenior Usai 107 Hari, Krisis Makin Dalam

3 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA— Manajemen Chelsea FC akhirnya resmi mengambil keputusan drastis dengan memecat pelatih kepala Liam Rosenior. Langkah tegas ini diambil seusai sang pelatih hanya menjabat selama 107 hari, sebuah durasi yang sangat singkat yang menegaskan dalamnya krisis performa di tubuh klub asal London Barat tersebut.

Keputusan pemecatan ini diumumkan secara resmi pada Rabu (22/4/2026). Pihak manajemen menyatakan bahwa langkah ini diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap tren performa tim yang terus merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Meski tetap memberikan apresiasi atas dedikasi Rosenior, klub merasa perubahan diperlukan segera guna menyelamatkan sisa musim.

Rentetan Kekalahan dan Terpuruknya Performa Pemicu utama di balik pemecatan ini adalah rapor merah yang diraih tim. Dalam lima laga terakhir di kancah liga, Chelsea selalu dipaksa menelan kekalahan secara beruntun. Jika ditilik secara keseluruhan, mereka hanya mampu mengemas satu kemenangan dari delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Satu-satunya hasil positif tersebut diraih saat menyingkirkan Port Vale di babak perempat final FA Cup. Kondisi ini menempatkan Piala FA sebagai satu-satunya peluang realistis bagi The Blues untuk menghindari musim tanpa trofi sama sekali.

Ancaman Absen dari Kompetisi Eropa Di kompetisi domestik, posisi Chelsea kian terdesak. Saat ini, mereka masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dan tertinggal tujuh poin dari Liverpool FC yang menghuni batas akhir zona Liga Champions UEFA.

Situasi menjadi semakin berat bagi The Blues lantaran Liverpool masih mengantongi satu tabungan pertandingan tunda yang berpotensi memperlebar jarak poin. Dengan selisih yang ada, peluang Chelsea untuk kembali ke kompetisi kasta tertinggi Eropa musim depan kian menipis. Jika tren negatif ini gagal dihentikan, mereka bahkan terancam tidak lolos ke kompetisi Eropa mana pun.

Penunjukan Pelatih Sementara Guna mengisi kekosongan di kursi kepelatihan, manajemen telah menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Fokus utama McFarlane adalah mengembalikan stabilitas permainan dan memutus rantai kekalahan dalam waktu singkat.

Langkah darurat ini mengundang tanya besar di kalangan suporter dan pengamat sepak bola. Apakah pergantian nakhoda di tengah jalan ini mampu membalikkan keadaan, atau justru menjadi sinyal akan adanya perombakan besar-besaran di skuad Chelsea pada bursa transfer musim panas mendatang?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|