Demo Anti Presiden Makin Menggila, Buruh-Pekerja Tambang Serbu Jalan

2 hours ago 1
Security forces use tear gas during nationwide protests aiming to press Bolivian President Rodrigo Paz's government to roll back austerity measures and address rising costs of living, in Apacheta, Bolivia, May 23, 2026. REUTERS/Claudia Morales

Ribuan pengunjuk rasa bentrok dengan aparat kepolisian di ibu kota Bolivia, La Paz, Senin (25/5/2026), di tengah gelombang protes nasional yang memasuki pekan keempat dan meningkatkan tekanan terhadap Presiden Rodrigo Paz untuk mundur dari jabatannya. (REUTERS/Claudia Morales)

BOLIVIA-PROTEST/

Aksi demonstrasi diikuti berbagai kelompok, mulai dari serikat pekerja, penambang, pekerja transportasi hingga komunitas pedesaan. Mereka menuntut pemerintah mencabut kebijakan penghematan serta segera mengatasi lonjakan biaya hidup yang dinilai semakin memberatkan masyarakat. (REUTERS/Claudia Morales)

BOLIVIA-PROTEST/

Blokade jalan yang dilakukan massa turut memicu gangguan distribusi logistik di La Paz dan kota tetangganya, El Alto. Kondisi tersebut menyebabkan kelangkaan makanan, bahan bakar, hingga obat-obatan di sejumlah wilayah. (REUTERS/Claudia Morales)

BOLIVIA-PROTEST/

Di tengah meningkatnya tekanan politik, Paz mengumumkan pemotongan gaji dirinya dan para menteri kabinet hingga 50%. Langkah itu disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menghadapi krisis ekonomi yang sedang melanda negara tersebut. (REUTERS/Claudia Morales)

BOLIVIA-PROTEST/

Sementara itu, situasi juga memanas di wilayah Chapare, basis dukungan mantan Presiden Evo Morales. Para petani koka dari Enam Federasi Tropis datang menggunakan konvoi sepeda motor dan mengepung Divisi Angkatan Darat ke-9 di Villa Tunari. Media lokal melaporkan sejumlah pemimpin federasi memasuki pangkalan militer untuk melakukan inspeksi serta memperingatkan militer agar tidak bertindak terhadap warga sipil. (REUTERS/Claudia Morales)

BOLIVIA-PROTEST/

Pemerintah Bolivia menuding kerusuhan tersebut didorong oleh pendukung Morales. Pejabat setempat mengklaim para demonstran dibayar untuk mempertahankan blokade jalan yang melumpuhkan aktivitas ekonomi dan distribusi barang di berbagai daerah. (REUTERS/Claudia Morales)

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|