Ditendang Trump, Pemasok Senjata Canggih AS Malah Untung Besar

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik antara perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) malah bikin aplikasi tersebut tambah populer.

Sebagai informasi, Anthropic sebelumnya merupakan pemasok tool AI untuk kebutuhan militer AS. Namun, Anthropic 'ditendang' pemerintahan Donald Trump setelah menolak tool AI-nya dipakai untuk menciptakan senjata otonom dan memata-matai warga AS.

Di tengah masalah tersebut, layanan AI milik Anthropic, Claude, malah mengalami lonjakan pelanggan berbayar secara signifikan. Data analisis transaksi kartu kredit terhadap sekitar 28 juta warga AS menunjukkan jumlah pelanggan berbayar Claude melonjak dalam jumlah terbanyak sejak awal 2026, demikian dikutip dari TechCrunch, Senin (30/3/2026).

Lonjakan ini terjadi dengan meningkatnya sorotan terhadap sikap tegas Anthropic yang berani melawan pemerintahan Trump. Ketegangan memuncak ketika DoD sempat melabeli Anthropic sebagai "risiko rantai pasok". Anthropic menilai aksi pemerintah tersebut berdampak pada bisnisnya.

Namun, keputusan pemerintah itu kemudian diblokir sementara oleh hakim federal, sementara gugatan hukum terus bergulir.

Di tengah drama tersebut, popularitas Claude justru meroket. Konsumen AS tercatat berbondong-bondong berlangganan layanan berbayar, terutama paket "Pro" seharga US$20 per bulan. Bahkan, pengguna lama kembali menggunakan layanan ini dalam jumlah besar pada Februari.

Selain faktor konflik, strategi pemasaran agresif juga menjadi pendorong. Anthropic merilis iklan Super Bowl yang menyindir kompetitornya, OpenAI, terkait kebijakan iklan di ChatGPT. Kampanye tersebut sukses menarik perhatian publik dan meningkatkan kesadaran terhadap produk Claude.

Tak hanya itu, peluncuran fitur baru seperti Claude Code, Claude Cowork, hingga kemampuan "Computer Use" yang memungkinkan AI mengoperasikan komputer secara mandiri, turut memperkuat daya tarik layanan ini di kalangan pengguna profesional.

Meski demikian, dominasi pasar masih dipegang oleh ChatGPT. OpenAI tetap mencatat pertumbuhan pelanggan berbayar yang kuat, meski menghadapi sentimen negatif karena menjalin kerja sama dengan DoD.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|