Fenomena Unik Piala Dunia 2026, Ajang Mencari Jodoh Internasional

2 hours ago 3

Fenomena Unik Piala Dunia 2026, Ajang Mencari Jodoh Internasional

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Piala Dunia 2026 ternyata tidak sekadar menjadi panggung megah bagi para atlet sepak bola terbaik dari seluruh penjuru dunia. Di balik gemuruh stadion dan euforia suporter yang memadati arena, terselip fenomena unik: ribuan perempuan lajang kini menjadikan perhelatan ini sebagai kesempatan emas untuk merajut hubungan asmara.

Berdasarkan laporan New York Post pada 15 Juni 2026, tren kencan ini melibatkan ribuan perempuan di Amerika Serikat yang berani berinvestasi besar. Mereka rela menghabiskan ribuan dolar dan menempuh perjalanan antar kota demi bertemu pria-pria mancanegara yang datang khusus untuk menonton turnamen sepak bola terbesar sejagat raya ini.

"Kolam Kencan" yang Meluas

Salah satu motor penggerak fenomena ini adalah Dee Vel-Baque, perempuan 33 tahun asal New Jersey. Ia tinggal hanya 30 menit dari Stadion MetLife dan telah mengamankan tiket untuk menyaksikan sedikitnya empat pertandingan.

"Piala Dunia sudah dimulai. Ada begitu banyak acara di New York dan New Jersey, banyak pesta dan aktivitas untuk warga lokal maupun orang yang datang untuk pertandingan," kata Vel-Baque kepada New York Post. "Kolam kencan tiba-tiba menjadi jauh lebih besar," tambahnya.

Investasi Demi Bertemu Cinta

Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh Natalie, seorang kreator konten gaya hidup dari Los Angeles. Sejak Amerika Serikat dipastikan menjadi tuan rumah, ia sudah menyisihkan pendapatan secara disiplin.

"Saya punya keuntungan karena sudah berinvestasi. Begitu tahu Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia, saya langsung mulai menabung untuk membeli tiket," ujarnya.

Natalie harus merogoh kocek sekitar 2.000 dolar AS atau setara dengan Rp32 juta hanya untuk tiket pertandingan melalui platform daring. Angka tersebut belum termasuk akumulasi biaya akomodasi dan perjalanan ke Philadelphia, Kansas, Boston, serta Dallas untuk mengikuti rangkaian FIFA Fan Fest.

Strategi di Aplikasi Kencan

Di Dallas, Karen Gutierrez (31) juga melihat momen Piala Dunia sebagai peluang besar untuk menjalin koneksi baru. Kota tempat tinggalnya yang menjadi salah satu tuan rumah pertandingan membuat peluangnya untuk bertemu pria internasional semakin terbuka lebar.

Gutierrez pun kembali mengaktifkan akun di platform seperti Hinge, Bumble, dan Tinder. Ia melakukan perombakan total pada profil agar lebih menarik bagi pendatang.

"Saya memperbarui profil dengan foto-foto musim panas terbaru dan foto saat mengenakan jersey tim nasional Amerika Serikat serta Meksiko," katanya.

Tak hanya foto, deskripsi profilnya pun disesuaikan. Ia menuturkan dengan nada bercanda, "Untuk jawaban di prompt aplikasi kencan 'Saya paling dikenal karena,' saya tulis, 'Mengetahui bar sepak bola terbaik,' karena para penggemar asing menyebutnya 'football,' bukan 'soccer'."

Gutierrez mengaku ingin menikmati musim panas dengan pria tampan bertinggi di atas 6 kaki yang fasih berbahasa Spanyol.

Mencari Romansa di Tengah Pertandingan

Sementara itu, Pat Morad (33), seorang profesional teknologi asal Chicago, menjadikan Piala Dunia sebagai agenda wisata ke berbagai kota besar seperti New York, Los Angeles, dan Miami. Sebagai penggemar tim nasional Kolombia, ia melihat ini sebagai peluang bertemu sesama pecinta sepak bola.

"Berkencan di usia 30-an itu membosankan. Masuk aplikasi, menghapusnya, lalu kembali lagi bukan sesuatu yang ditunggu-tunggu orang," ujarnya. "Tapi ketika dikaitkan dengan sesuatu yang menyenangkan seperti Piala Dunia, semuanya terasa lebih seru, apa pun hasilnya," tambahnya.

Dampak bagi Ekonomi Wisata

Fenomena ini secara tidak langsung mendongkrak permintaan akomodasi dan tiket di kota-kota tuan rumah. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini diperkirakan menarik sekitar 6,5 juta pengunjung.

Bagi para perempuan lajang seperti Gutierrez, Piala Dunia 2026 adalah momen langka. Ia tidak menampik harapan besar yang disimpannya.

"Ini adalah waktu yang sangat menyenangkan bagi kami para gadis lajang," katanya. Dan jika takdir mempertemukannya dengan belahan jiwa di tengah kemeriahan turnamen? "Tentu saja, jika saya bertemu cinta dalam hidup saya dan percikan api beterbangan seperti gila, saya akan menerimanya," pungkasnya sambil tertawa. "Itu adalah mimpi."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|