Jakarta, CNBC Indonesia — FTSE Russell mengumumkan hasil tinjauan kuartalan atau quarterly review untuk FTSE Global Equity Index Series (GEIS) edisi Juni 2026. Dalam pembaruan tersebut, empat saham asal Indonesia keluar dari indeks, tanpa ada penambahan emiten baru.
Perubahan hasil review ini akan efektif berlaku pada Senin, 22 Juni 2026, setelah penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.
Berdasarkan pengumuman FTSE Russell, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terdepak dari kategori Large Cap. Sementara itu, tidak ada perubahan pada kategori Mid Cap maupun Small Cap.
Perseroan ditendang dari kategori large cap GEIS lantaran masuk dalam kategori saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG).
Adapun pada kategori Micro Cap, FTSE mengeluarkan tiga emiten sekaligus yakni PT Diastika Biotekindo Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).
FTSE Russell juga menegaskan bahwa perubahan hasil review masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan 5 Juni 2026. Setelah 8 Juni 2026, keputusan tersebut akan dianggap final dan perubahan lanjutan hanya dilakukan dalam kondisi luar biasa sesuai kebijakan recalculation FTSE Russell.
Sebagai informasi, dalam pengumuman sebelumnya, FTSE Russell menegaskan bahwa jika sebuah perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham dari otoritas bursa dan keuangan, di mana saham beredar hanya dikuasai segelintir pihak, maka saham tersebut akan didepak dari indeks pada tinjauan berikutnya.
"Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026," tulis pengumuman resmi tersebut.
Kebijakan "harga nol" ini diambil karena FTSE menilai likuiditas saham HSC cenderung memburuk secara material. Investor institusi pengelola dana indeks (passive fund) dikhawatirkan tidak akan menemukan pembeli (counterparty) yang cukup jika harus keluar dari saham tersebut secara mendadak.
Kebijakan harga nol umumnya dilakukan oleh FTSE atas saham-saham perusahaan bangkrut yang masih ada di indeks atau saham yang lama mengalami suspensi atau terkena dampak sanksi sehingga sulit diperdagangkan.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

















































