Ini 6 Amalan Utama di Hari Arafah dan Keistimewaannya dalam Islam

1 hour ago 1

Jamaah haji Indonesia berdoa saat puncak haji, wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026) dini hari WAS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Arafah merupakan salah satu hari paling mulia dalam Islam yang tahun ini jatuh pada Selasa (26/5/2026). Hari yang jatuh pada 9 Dzulhijjah Hijriyah ini menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji, yakni saat jamaah melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Namun, keutamaan Hari Arafah tidak hanya diperuntukkan bagi jamaah haji, melainkan juga bagi umat Islam di seluruh dunia. Karena itu, di hari istimewa ini umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, doa, dan dzikir.

Rasulullah SAW bahkan menyebut Hari Arafah sebagai waktu terbaik untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Berikut sejumlah amalan yang dianjurkan pada Hari Arafah.

Amalan Hari Arafah

1. Puasa Arafah

Puasa Arafah menjadi amalan paling utama bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa pada Hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim No. 1162)

Namun, bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, para ulama menjelaskan bahwa mereka tidak dianjurkan berpuasa agar tetap kuat menjalani rangkaian ibadah haji.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|