REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Minat perusahaan global terhadap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (WtE) di Indonesia meningkat tajam. Jumlah peserta yang lolos gelombang kedua Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) mencapai 85 entitas, melonjak lebih dari 254 persen dibanding gelombang pertama yang hanya diikuti 24 peserta.
Peningkatan jumlah peserta dinilai menunjukkan proyek pengolahan sampah kini mulai dipandang sebagai sektor infrastruktur dengan potensi investasi besar, bukan sekadar persoalan lingkungan. Program ini dipimpin Danantara Investment Management bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara.
CEO Denera sekaligus Director Investment DIM Fadli Rahman mengatakan, tingginya partisipasi perusahaan lokal maupun internasional menunjukkan proyek WtE Indonesia mulai menarik perhatian pelaku industri energi dan lingkungan global.
“Untuk itu kami terus berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses seleksi mitra WtE ini dilakukan secara transparan dan kompetitif,” kata Fadli, Selasa (26/5/2026).
Peserta DPT gelombang kedua berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Prancis, India, Singapura, hingga China. Sebagian perusahaan tersebut memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan sampah berbasis energi, termasuk teknologi insinerasi modern dengan standar emisi ketat.
Di tengah kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA) yang semakin penuh di berbagai daerah, proyek WtE diharapakan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan listrik.
Praktisi energi Feiral Rizky Batubara mengatakan, proyek WtE perlu dipandang sebagai instrumen penyelamatan lingkungan di tengah darurat sampah nasional.
“Waste-to-Energy harus dipahami sebagai langkah awal yang pragmatis untuk mengembalikan kendali atas persoalan sampah nasional,” ujar Feiral.
Menurut dia, keberhasilan proyek WtE akan bergantung pada kepastian regulasi, transparansi tata kelola, serta keberlanjutan pembiayaan hijau. Selain itu, teknologi yang digunakan juga harus disesuaikan dengan karakter sampah Indonesia yang memiliki kandungan organik tinggi dan tingkat pemilahan yang masih rendah.
Meski jumlah peserta melonjak, proyek WtE masih berada pada tahap prakualifikasi. Perusahaan yang lolos DPT masih harus melewati evaluasi teknis, kesiapan pembiayaan, kesesuaian teknologi, hingga kemampuan operasional sebelum memperoleh proyek.

3 hours ago
3
















































