Kejurda Voli Kulonprogo Jadi Ajang Cari Talenta Menuju Porda 2027

4 hours ago 4

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kompetisi bola voli tingkat kabupaten bertajuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Voli Kulonprogo resmi digelar dengan mempertandingkan tim antar kapanewon. Ajang ini tengah berlangsung dan dijadwalkan berjalan hingga 11 Juli 2026 di Jati Moncer Sport Tourism Center, Pengasih, dengan tujuan utama menjaring bibit atlet potensial dari wilayah Kulonprogo.

Ketua Penyelenggara Kejurda Voli Kulonprogo, Joko Mursito, menyampaikan bahwa turnamen ini dirancang dengan durasi cukup panjang agar proses penjaringan atlet dapat dilakukan secara lebih optimal dan terukur. Selain menjadi kompetisi antarkapanewon, Kejurda ini juga diarahkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2027.

“Jadi ini sebuah media untuk penjaringan bakat atlet menuju Porda, nanti pevoli yang memiliki penampilan ciamik akan kita bawa ke Porda 2027,” kata Joko kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).

Ia menegaskan bahwa seleksi peserta dalam Kejurda ini dilakukan dengan ketentuan yang cukup ketat, baik dari sisi usia maupun administrasi kependudukan. Setiap atlet wajib memiliki identitas resmi Kulonprogo yang dibuktikan melalui Kartu Keluarga (KK), KTP, atau KIA.

Menurutnya, persyaratan tersebut diterapkan untuk memastikan pembinaan atlet berjalan sejalan dengan target jangka panjang, yakni melahirkan pevoli berprestasi yang berasal dari Kulonprogo.

“Kegiatan ini ada tim khusus untuk pemandu bakat yang akan mencoba mencari bibit-bibit terbaik Kulonprogo untuk Porda,” ucapnya yang juga menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo.

Secara keseluruhan, terdapat 12 kapanewon di Kulonprogo yang menjadi peserta Kejurda ini, dengan masing-masing mengirimkan tim putra dan putri. Namun hingga saat ini, kategori putra sudah diikuti lengkap oleh 12 tim, sementara pada kategori putri baru terdaftar 10 tim dan masih dalam proses pelengkapan oleh panitia.

Dari total peserta tersebut, sistem pertandingan dibagi ke dalam empat grup, masing-masing terdiri dari tiga tim. Kompetisi menggunakan format setengah kompetisi, sehingga setiap tim dalam grup akan saling bertemu untuk menentukan posisi terbaik.

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menilai Kejurda Voli ini memiliki peran penting dalam meningkatkan jam terbang para atlet agar mampu mengasah kemampuan secara maksimal di lapangan. Ia juga menekankan bahwa ajang ini menjadi ruang evaluasi sekaligus unjuk kemampuan karena dipantau langsung oleh tim pemandu bakat.

“Besar harapan saya Kejurda ini dapat melahirkan atlet voli berbakat, bertalenta dan berprestasi yang membanggakan kapanewon hingga Kulonprogo,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|