Kesan Tersendiri Indro Warkop Selama Percayakan Qurbannya di Dompet Dhuafa

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Berkomitmen meluaskan sebaran dari kenikmatan daging qurban sejak 1994, Dompet Dhuafa senantiasa menjadikan momen Idul Adha sebagai multi keberkahan.

Mulai dari keberkahan daging qurban yang menjangkau pelosok, menguatkan perkonomian peternak lokal maupun keberkahan bagi pekurbannya sendiri dengan menjadikan ibadah kurban sebagai persiapan kendaraan terbaiknya.

Di tahun ini, Dompet Dhuafa terus menghadirkan terobosan-terobosan untuk melayani masyarakat menunaikan kurbannya.

Di antara terobosan tersebut adalah menghadirkan pilihan kurban Unta dan Sapi Raksasa di menu Kurban Express, juga pilihan kurban untuk luar negeri, khususnya negara-negara yang tengah dilanda konflik seperti Palestina.

Bahkan, Dompet Dhuafa juga sudah menyiapkan pabrik pengalengan daging qurban di Mesir. Ini menjadi bukti bahwa Dompet Dhuafa berkomitmen menghadirkan kebahagiaan kurban ke seluruh pelosok negeri dan mancanegara.

Hadir di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Indro Warkop DKI selaku publik figur mengungkapkan makna pengorbanan. Ia memaknai pengorbanan adalah sebuah kebaikan secara universal, bukan hanya untuk agama Islam saja, tapi juga bisa menjadi wujud kasih sayang Tuhan.

"Bagaimana Allah SWT memberikan kesempatan untuk berbuat baik. Seperti halnya pengorbanan Mas Ronggo yang sudah memberikan pengorbanan untuk Palestina, ini tidak hanya untuk Islam, tetapi ini adalah untuk kemanusiaan," kata Indro di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Senin (25/5/2026)

Ia menambahkan, pengorbanannya tidak hanya untuk Palestina, tetapi pengorbanan untuk Allah. Momen ini kesempatan bagi semua sebagai makhluk ciptaan Allah SWT untuk menghambakan diri kepada-Nya.

"Ini kesempatan untuk menghambakan diri kepada Allah SWT, untuk meminimalisir dosa-dosa kita,” ujar Indro..

Pada kesempatan ini, Indro juga menceritakan bahwa beberapa tahun lalu sudah mempercayakan kurban kepada Dompet Dhuafa.

Karena ia merasa bahwa Dompet Dhuafa kapabel dan sudah punya riset dan source (sumber). Sehingga Indro meyakini kurbannya bisa sampai ke yang membutuhkan. Bahkan pada saat itu kurbannya bisa dikirim sampai ke Myanmar.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|