Jakarta, CNBC Indonesia - Paus bungkuk bernama Timmy yang telah lebih dari seminggu terjebak di perairan dangkal di Jerman kesulitan menemukan jalan kembali ke laut lepas. Kondisi tersebut membuat banyak pihak meragukan Timmy bisa bertahan hidup.
Timmy, paus berukuran panjang 10 meter, ditemukan terperangkap di perairan dangkal di lepas pantai Niendorf, dekat kota Lubeck, pada Senin, 23 Maret 2026 waktu setempat.
Selama berhari-hari, tim penyelamat berusaha membebaskan tubuh mamalia tersebut. Alat berat dikerahkan untuk menggali pasir yang menjebak gerakannya. Timmy juga ditemukan terbelit oleh jaring nelayan.
Timmy akhirnya mulai bisa bergerak membebaskan dirinya pada Jumat. Sejumlah kapal milik aktivis lingkungan dan pemerintah Jerman berusaha "mengawal" Timmy hingga mencapai Samudra Atlantik.
Namun sejak Jumat, Timmy sudah dua kali kembali terjebak di perairan dangkal di Laut Baltik.
"Paus itu tampak sangat lemah. Namun, kami masih berharap dia bisa selamat," kata Daniela von Schaper dari Greenpeace kepada Reuters.
Menurutnya, Laut Baltik bukan habitat paus bungkuk. Namun, paus berukuran besar beberapa kali sempat terlihat di perairan tersebut.
Para ilmuwan curiga rute migrasi paus yang mengelilingi dunia belakangan ini banyak terganggu oleh aktivitas manusia sehingga peristiwa paus terdampar makin sering terjadi.
"Beberapa berhasil menemukan jalan kembali, tetapi banyak yang tidak bisa," kata von Schaper.
Stephanie Gros dari University of Veterinary Medicine Hanover menyatakan bahwa kondisi Timmy makin memburuk.
"Terlihat dengan jelas bahwa aktivitasnya berkurang. Pernapasannya juga turun. Hewan itu tampak tak bergerak. Bahkan tak bereaksi saat kami dekati," katanya seperti dikuti The Guardian.
Baschek dari German Maritime Museum di Straslund mengatakan perjalanan Timmy masih sangat panjang karena masih harus melalui selat yang sempit dan sekitar 500 kilometer hingga selamat.
"Peluang kesuksesannya sangat kecil."
(dem/dem)
Addsource on Google


















































