Suasana layanan perizinan dan rekomendasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di aula Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. - ANTARA/ist - Humas Pemkab Jepara
Harianjogja.com, JEPARA—Akses bahan bakar minyak bersubsidi bagi nelayan di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kini semakin mudah setelah layanan jemput bola digelar langsung di wilayah tersebut. Program ini langsung disambut antusias karena mempersingkat proses perizinan yang sebelumnya cukup rumit.
Selama dua hari pelaksanaan pada 31 Maret hingga 1 April 2026 di aula Kecamatan Karimunjawa, di Jepara, tercatat 132 layanan diberikan kepada nelayan. Rinciannya, 89 layanan berupa pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan 43 layanan rekomendasi pembelian BBM subsidi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jepara, Arif Darmawan, menyebut layanan ini merupakan respons cepat pemerintah untuk membantu nelayan mendapatkan akses legal terhadap BBM bersubsidi tanpa biaya.
Program ini juga melibatkan Dinas Perikanan Jepara, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Karimunjawa, serta Pemerintah Kecamatan Karimunjawa.
Akses Bantuan Dibuka Lewat NIB
Dalam proses pengurusan NIB, nelayan didampingi petugas untuk mendaftar melalui sistem Online Single Submission (OSS). Dokumen ini menjadi syarat utama untuk mendapatkan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan atau E-Kusuka.
Melalui E-Kusuka, nelayan bisa mengakses berbagai layanan penting, mulai dari BBM bersubsidi, bantuan pemerintah, asuransi nelayan, hingga akses pembiayaan dari perbankan.
Data yang masuk akan diverifikasi oleh Dinas Perikanan Jepara, lalu diproses melalui sistem Si Ninja untuk penerbitan barcode dan rekomendasi pembelian solar bersubsidi.
Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah, memastikan layanan tidak berhenti setelah kegiatan jemput bola. Pemerintah kecamatan tetap membuka layanan setiap hari bagi nelayan yang membutuhkan NIB maupun barcode BBM.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Jepara, Muh Tahsin, mencatat hingga April 2026 telah diterbitkan 151 rekomendasi BBM untuk nelayan, terdiri dari 57 perpanjangan dan 94 rekomendasi baru.
Ia berharap nelayan semakin aktif mengurus administrasi, terutama bagi kapal yang belum memiliki dokumen resmi.
Dengan kemudahan akses ini, nelayan di Karimunjawa diharapkan bisa lebih cepat mendapatkan BBM subsidi sekaligus membuka peluang akses bantuan lain yang menunjang aktivitas melaut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































