Paus Leo Peringatkan Risiko AI dan Potensinya Mendominasi Manusia

58 minutes ago 2

Paus Leo XIV melambaikan tangan saat ia tiba untuk memimpin audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan, 8 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN – Paus Leo XIV telah merilis surat ensiklik pertamanya pada Senin (25/5/2026). Ensiklik tersebut bertajuk “Magnifica humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence”.

Dalam ensikliknya, Paus Leo menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau AI. Dia menekankan perlunya mendekati AI dengan kewaspadaan. Selain itu, Paus menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahap pengembangan AI.

Menurut Paus Leo, perlu ada kerangka kerja etis untuk AI yang berlandaskan prinsip-prinsip keadilan sosial. Namun, lebih dari itu, Paus Leo menghendaki agar teknologi AI tak hanya dikuasai segelintir orang.

"AI yang lebih bermoral saja tidak cukup jika moralitas itu ditentukan oleh segelintir orang,” kata Paus Leo dalam ensikliknya, dikutip laman Anadolu Agency.

Paus juga menegaskan kembali perlunya melucuti AI guna membebaskannya dari mentalitas persaingan militer, ekonomi, dan kognitif. "Melucuti bukan berarti menolak teknologi, tetapi mencegahnya mendominasi umat manusia,” ujarnya.

"Umat manusia—dalam segala keagungan dan lukanya—tidak boleh digantikan atau dilampaui," tambah Paus Leo.

Paus Leo menyadari, teknologi dapat meringankan penderitaan umat manusia dan membuka kemungkinan baru. Namun dia menyinggung soal penyangkalan esensi kemanusiaan. Dalam konteks ini, Paus memperingatkan bahwa AI tidak boleh menciptakan pengangguran atas nama pengurangan biaya dan peningkatan keuntungan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|