Penemuan Ular Terbang di Dekat RI Ungkap Fakta Dunia Baru

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah spesies langka ditemukan di gua-gua batu kapur di provinsi Battambang, Kamboja. Bahkan beberapa hewan masih dalam proses penamaan dan karakterisasi resmi.

Temuan tersebut dilakukan dalam survei keanekaragaman hayati. Penelitian ini dilakukan pada 64 gua di 10 bukit pada November 2023 dan Juli 2025.

Spesies yang ditemukan ini, termasuk ular pit viper, ular terbang, sejumlah tokek, dua siput mikro dan dua kaki seribu.

Setiap bukit dan gua yang jadi tempat penelitian saling terisolasi satu sama sekali. Ini menjadi habitat untuk berbagai kehidupan hewan-hewan tersebut.

"Anggap saja seperti gambaran keanekaragaman hayati sendiri, di mana alam melakukan eksperimen yang sama berulang kali secara independen," kata ahli biologi evolusi dari Universitas La Sierra dan pendukung tim survei Lee Grismer, dikutip dari CNN Internasional, Kammis (2/4/2026).

Dia menambahkan semua peneliti melakukan analisa pada tiap spesies. Tujuannya untuk melihat cara tiap hewan berevolusi.

Salah satunya satu spesies tokek jari bengkok bergaris Kamping Poi yang ditemukan pada 2024. Para peneliti menemukan empat populasi yang berevolusi dengan cara berbeda.

Dengan penelitian ini, Grismer mengatakan para peneliti bisa memahami apa saja yang tersimpan dan bisa melindunginya.

"Jika kita ingin melestarikan keanekaragaman hayati di planet ini, perlu memahami apa yang ada di sana. Kita tidak bisa melindungi sesuatu yang tidak diketahui keberadaannya," jelasnya.

Sejumlah spesies yang terancam punah secara global juga ditemukan dalam survei tersebut, dari trenggiling Sunda, merak hijau, dan sejumlah spesies monyet makaka.

Selain menemukan spesies langka, temuan itu juga menemukan habitat karst yang terancam oleh beberapa hal. Dari penambangan liar, pariwisata berlebihan, perburuan satwa liat, penebangan hutan dan kebakaran hutan.

"Jika Anda menghancurkan tempat spesies tertentu hidup dan spesies itu tidak hidup di tempat lain, maka secara otomatis berpotensi menyebabkan kepunahan spesies. Pada beberapa kasus, spesies yang belum dideskripsikan," jelas ahli biologi dan pemimpin tim Fauna dan Flora di Kamboja, Pablo Sinovas.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|