Perang dan Ketidakpastian Global Bikin Pengusaha RI Lebih Berhati-hati

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan perang di Timur Tengah mulai memengaruhi cara pelaku usaha di Indonesia mengambil keputusan bisnis. Di tengah situasi tersebut, banyak pengusaha dinilai memilih menahan langkah ekspansi dan fokus memperkuat internal perusahaan.

Managing Partner Australasia sekaligus Southern Africa Regional Country Partner ActionCOACH, Harry Welby, mengatakan kondisi ekonomi global sebenarnya sempat menunjukkan tren positif pada awal tahun. Stabilitas ekonomi mulai membaik, biaya energi relatif rendah, dan suku bunga menurun. Namun, kondisi itu berubah setelah muncul ketegangan geopolitik dan perang di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian baru di dunia usaha.

“Ketika manusia menghadapi ketidakpastian, mereka cenderung berhenti sejenak dan menunggu,” kata Harry dalam Acara CELEBRATING 33rd years of ActionCOACH di Jakarta, Selasa (26/5/2025).

Menurut dia, tekanan harga bahan bakar, ketegangan ekonomi, hingga pelemahan mata uang membuat banyak pelaku usaha memilih lebih berhati-hati. Padahal, kebutuhan bisnis justru meningkat di tengah situasi tersebut.

Harry mengatakan pengusaha perlu tetap bergerak dan mencari solusi baru meski kondisi ekonomi belum stabil. Sebab, dunia usaha akan selalu menghadapi tantangan, mulai dari krisis keuangan global hingga pandemi Covid-19.

“Dalam situasi sulit, justru selalu ada peluang. Bisnis tetap harus berjalan,” ujarnya.

Senior Partner ActionCOACH Indonesia, Prijono Nugroho, mengatakan kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat pelaku usaha saat ini terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian memilih diam dan menunggu situasi membaik, sementara sebagian lain mulai memperkuat fondasi bisnis agar lebih siap menghadapi perubahan pasar.

“Ada yang merasa ini saatnya diam dulu, tapi ada juga yang merasa ini saatnya memperbaiki internal supaya bisa beradaptasi dengan situasi sekarang,” ujar Prijono.

Menurut dia, kebutuhan pendampingan bisnis masih tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, sebagian besar klien baru datang dari rekomendasi sesama pengusaha yang sudah lebih dulu merasakan manfaat coaching bisnis.

Sementara Senior Business Coach ActionCOACH Indonesia, Yusman Susanto, mengatakan persoalan internal perusahaan masih menjadi tantangan terbesar banyak bisnis di Indonesia. Menurut dia, banyak perusahaan terlihat baik dari luar, tetapi masih memiliki masalah operasional yang belum tertata.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|