PLN Pasang Teknologi Baru, Listrik Jatim Makin Kebal Gangguan

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PLN memperkuat keandalan listrik di kawasan industri Jawa Timur dengan memasang 50 unit data concentrator. Sistem baru ini dipasang di jaringan Krian–Gresik untuk mempercepat deteksi gangguan dan menjaga pasokan tetap stabil.

Langkah ini dinilai krusial karena wilayah Surabaya, Gresik, hingga Madura memiliki kebutuhan listrik tinggi dan sensitif terhadap gangguan sekecil apa pun.

PLN UIP2B Jamali melalui PLN UP2B Jawa Timur memasang perangkat tersebut pada sistem Adaptive Defense Scheme atau ADS. Sistem ini memungkinkan pemantauan jaringan dilakukan secara real-time sehingga potensi gangguan bisa terdeteksi lebih cepat.

Data concentrator berfungsi sebagai pusat pengumpul data dari berbagai titik jaringan. Informasi tersebut langsung dikirim ke sistem kendali untuk dianalisis secara otomatis dan memastikan respons cepat terhadap anomali.

Dengan sistem ini, gangguan lokal dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi pemadaman yang lebih luas. Teknologi ADS menjadi lapisan pertahanan utama dalam menjaga stabilitas sistem tenaga listrik di Jawa Timur.

General Manager PLN UIP2B Jamali Munawwar Furqan mengatakan, penguatan sistem menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah industri. “Penguatan sistem kelistrikan ini adalah langkah strategis untuk memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan industri yang tinggi. Kami ingin memastikan sistem yang kami bangun mampu menghadapi dinamika kebutuhan energi di masa depan,” kata Munawwar, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, investasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. “Ini bukan hanya soal hari ini, tetapi bagaimana kami menyiapkan sistem yang tangguh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan,” ujarnya.

Manager UP2B Jawa Timur Ahmad Murdani mengatakan, teknologi ini meningkatkan kecepatan respons terhadap gangguan jaringan. “Dengan adanya data concentrator, kami dapat memantau kondisi jaringan secara real-time dan melakukan respons lebih cepat terhadap potensi gangguan. Ini sangat membantu dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan,” jelas Ahmad.

Menurut Ahmad, inovasi ini menjadi bagian dari transformasi sistem kelistrikan yang lebih adaptif. “Kami terus mengembangkan sistem yang lebih adaptif terhadap perubahan beban listrik. Tujuannya adalah memberikan layanan yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan,” katanya.

Seluruh 50 unit alat kini telah terpasang dan beroperasi optimal di lapangan. Peningkatan visibilitas jaringan membantu petugas mengambil keputusan lebih cepat saat terjadi gangguan.

PLN menilai modernisasi ini penting untuk menekan risiko pemadaman, terutama di kawasan industri padat seperti Surabaya dan Gresik. Keandalan listrik menjadi faktor utama dalam menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Ke depan, PLN akan terus mengembangkan teknologi serupa di berbagai wilayah strategis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem kelistrikan nasional yang semakin tangguh.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|