PNM Dorong Lahirnya Perempuan Berdaya, Berkarya, Berdikari

3 hours ago 1

PNM Dorong Lahirnya Perempuan Berdaya, Berkarya, Berdikari Direktur Harian Jogja dan Star FM Anton Wahyu (kiri) berbincang dengan Pemimpin Cabang PNM Yogyakarta Agus Triyanto (dua dari kiri) dan dua nasabah inspiratif PNM seusai talkshow online spesial Hari Kartini di Studio Harian Jogja, Selasa (21/4/2026).Harian Jogja - Desi Suryanto

JOGJA— Hari Kartini bukan sekadar peringatan historis melainkan momentum refleksi tentang bagaimana perempuan Indonesia hari ini mengambil peran dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Di era modern, perjuangan emansipasi menemukan wujudnya dalam kemandirian ekonomi, literasi keuangan, serta keberanian perempuan untuk membangun usaha dan memberdayakan komunitasnya.

Sebagai lembaga pembiayaan dan pemberdayaan yang berfokus pada perempuan prasejahtera produktif, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menjadi bagian penting dalam melahirkan “Kartini-Kartini Masa Kini” melalui program pembiayaan dan pendampingan usaha yang berkelanjutan.

Pemimpin Cabang PNM Yogyakarta, Agus Triyanto, menegaskan bahwa semangat Kartini tidak hanya sebatas peringatan, tetapi diwujudkan melalui lahirnya perempuan-perempuan mandiri di berbagai sektor. Menjawab tantangan itu, PNM menghadirkan program pembiayaan sekaligus pemberdayaan agar perempuan bisa berdaya dan berkarya untuk mendukung perekonomian keluarga.

“Melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), seluruh nasabah kami adalah perempuan. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tapi mitra yang bersama-sama membuktikan bahwa perempuan bisa mandiri dan berdaya secara ekonomi,” ujarnya saat talkshow online spesial Hari Kartini bertajuk “Kartini Masa Kini: Berdaya, Berkarya, Berdikari” yang digelar oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Star FM dan Harian Jogja, pada Selasa (21/4/2026).

Contoh sukses pemberdayaan PNM Yogyakarta adalah nasabah PNM Mekaar Gondokusuman, Anastasia Puji Astuti. Puji, sapaan dia, menceritakan perkembangan usaha salon miliknya sejak bergabung dengan PNM. Ia mengaku awalnya hanya memiliki peralatan sederhana.

“Dulu salon masih manual, alat terbatas. Setelah mendapat tambahan modal dari PNM, peralatan dan kosmetik semakin lengkap, pelanggan juga bertambah,” kata pengusaha salon ini.

Tak hanya modal, kemudahan akses juga menjadi keunggulan. Ia menyebut proses pengajuan hingga pencairan dana tergolong cepat tanpa harus datang ke kantor.

Cerita serupa disampaikan Supraptiningsih, yang mengembangkan usaha persewaan kostum sekaligus mengelola Ruang Pintar di Kampung Madani. Ia mengaku memulai usaha dari nol, hanya memiliki beberapa kostum. Kini, jumlahnya mencapai ratusan hingga ribuan setel kostum.

“Yang paling terasa bukan hanya modal, tapi pelatihan manajemen keuangan. Sekarang kami bisa mencatat pemasukan dan pengeluaran, jadi usaha lebih terarah,” jelasnya.

PNM juga menghadirkan program Ruang Pintar yang tidak hanya untuk anak usia dini, tetapi juga melibatkan remaja hingga masyarakat umum dalam berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Agus menekankan, keunggulan PNM dibanding lembaga keuangan lain terletak pada pendampingan berkelanjutan. Selain modal finansial, PNM juga memberikan pelatihan, akses pemasaran, hingga pemberdayaan sosial.

“Setiap minggu ada pertemuan kelompok. Di situ ada edukasi, evaluasi usaha, hingga pelatihan sesuai kebutuhan nasabah, termasuk pemasaran digital dan e-commerce,” katanya.

PNM juga memberikan akses beasiswa bagi anak nasabah, sertifikasi usaha, hingga kesempatan promosi produk ke pasar internasional. Secara nasional, PNM telah memberdayakan lebih dari 15 juta nasabah perempuan, sementara di Yogyakarta mencapai sekitar 116.000 nasabah dengan total pembiayaan mencapai triliunan rupiah.

Agus berharap ke depan semakin banyak “Kartini baru” yang lahir dari program ini dan mampu memberikan dampak sosial lebih luas.

“Kami ingin perempuan tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dalam talkshow tersebut, para narasumber sepakat bahwa perempuan masa kini harus berani bermimpi dan berusaha. Melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, PNM terus mendorong perempuan Indonesia untuk berdaya, berkarya, dan berdikari, sejalan dengan semangat Kartini di era modern. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|