Gelombang panas ekstrem menghantam sejumlah negara Eropa dan memicu rekor suhu tertinggi di Inggris, Irlandia, hingga Prancis. (REUTERS/Tom Nicholson)
Fenomena yang disebut "kubah panas" atau heat dome membuat udara panas dari Afrika Utara terperangkap di bawah tekanan tinggi di Eropa Barat, memicu suhu yang biasanya baru muncul saat puncak musim panas. (REUTERS/Tom Nicholson)
Di Inggris, badan meteorologi Met Office mencatat suhu mencapai 34,8 derajat Celsius di Kew Gardens, London Barat Daya, Senin waktu setempat. Angka itu memecahkan rekor suhu tertinggi bulan Mei sebelumnya dengan selisih dua derajat Celsius. "Panas seperti ini akan luar biasa di Inggris bahkan di pertengahan musim panas, apalagi di bulan Mei," tulis Met Office melalui akun X resminya, dikutip Selasa (26/5/2026). (REUTERS/Kevin Coombs)
Ilmuwan iklim menilai perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat cuaca ekstrem seperti gelombang panas, banjir, dan kekeringan menjadi semakin sering dan intens. Fenomena panas ekstrem ini menjadi pukulan baru bagi Eropa setelah sebelumnya kawasan tersebut berulang kali diterjang cuaca ekstrem, mulai dari banjir besar hingga kekeringan panjang. (REUTERS/Kevin Coombs)
Sementara itu di Prancis, badan cuaca Meteo-France melaporkan puluhan rekor suhu pecah di berbagai kota. Delapan wilayah barat Prancis kini berada dalam status peringatan gelombang panas. (REUTERS/Tom Nicholson)
Kota Bergerac mencatat suhu tertinggi 34,7 derajat Celsius, sementara Nantes dan Angers juga mengalami suhu mendekati level tersebut. Meteo-France memperkirakan suhu 32-35 derajat Celsius akan melanda sebagian besar wilayah barat Prancis, bahkan dapat mencapai 36-37 derajat Celsius di wilayah selatan. (REUTERS/Tom Nicholson)

















































