Jakarta, CNBC Indonesia - Panggung politik Amerika Serikat (AS) diguncang pengunduran diri dua anggota Kongres sekaligus dari kubu berbeda. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Eric Swalwell, secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya setelah tekanan hebat akibat tuduhan pelanggaran seksual, yang disusul dalam hitungan menit oleh mundurnya politisi Partai Republik, Tony Gonzales.
Eric Swalwell mengumumkan pengunduran dirinya tak lama setelah ia memutuskan keluar dari bursa pemilihan Gubernur California. Keputusan ini diambil seiring dengan meningkatnya tekanan terkait dugaan pelecehan seksual hingga pemerkosaan yang dituduhkan oleh empat wanita pekan lalu.
"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, staf, dan konstituen saya atas kesalahan penilaian yang saya buat di masa lalu," ujar Swalwell dalam surat pengunduran dirinya yang diunggah di platform X.
"Saya akan melawan tuduhan serius dan palsu yang ditujukan kepada saya. Namun, saya harus mengambil tanggung jawab dan kepemilikan atas kesalahan yang memang saya perbuat," lanjut pria yang terpilih sejak 2012 tersebut.
Krisis Demokrasi di California
Mundurnya Swalwell menciptakan kekacauan bagi Partai Demokrat dalam pemilihan Gubernur California. Sebagai salah satu kandidat unggulan dalam jajak pendapat, absennya Swalwell berisiko memecah suara partai dalam sistem pemilihan "open primary" di California, di mana dua peraih suara terbanyak melaju ke pemilihan umum tanpa memandang partai.
Pejabat pemilihan California menyatakan bahwa nama Swalwell sudah tidak bisa dihapus dari surat suara karena tenggat waktu yang telah lewat. Hal ini memicu kekhawatiran Demokrat akan "terkunci" dari pemilihan umum bulan November jika dua kandidat Republik berhasil finis di posisi teratas pada bulan Juni mendatang.
Dalam suratnya, Swalwell menegaskan bahwa ia tidak ingin menjadi beban bagi rekan-rekan sejawatnya di tengah penyelidikan komite etik yang sedang berlangsung. Ia juga menyoroti upaya pemecatan sepihak yang sempat diwacanakan oleh lawan politiknya di Capitol Hill.
"Sangatlah salah bagi rekan-rekan anggota dewan untuk mengeluarkan saya tanpa proses hukum yang semestinya, hanya dalam hitungan hari setelah tuduhan dibuat. Namun, juga salah bagi konstituen saya jika saya terganggu dari tugas-tugas saya. Oleh karena itu, saya berencana untuk mengundurkan diri dari kursi saya di Kongres," tegas Swalwell.
Ia menambahkan bahwa dirinya akan bekerja dengan para staf dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di distriknya, yang membentang dari timur San Francisco hingga utara San Jose, tetap terpenuhi selama masa transisi.
Skandal Chat Mesum Tony Gonzales
Hanya berselang beberapa saat setelah pengumuman Swalwell, anggota Kongres dari Partai Republik, Tony Gonzales, juga mengumumkan pengunduran dirinya. Gonzales berada di bawah penyelidikan Komite Etik House of Representatives karena menjalin hubungan terlarang dengan mantan ajudan senior di kantornya, yang kemudian dilaporkan meninggal dunia karena bunuh diri.
Tekanan terhadap Gonzales semakin memuncak setelah media San Antonio Express-News menerbitkan bocoran pesan teks mesum yang dikirimkan Gonzales kepada direktur politik kampanyenya pada tahun 2020. Pesan tersebut berisi permintaan foto tanpa busana dan pertanyaan vulgar mengenai pakaian dalam staf tersebut.
"Ada musim untuk segalanya dan Tuhan punya rencana untuk kita semua. Ketika Kongres kembali besok, saya akan mengajukan pengunduran diri saya dari jabatan. Merupakan hak istimewa bagi saya untuk melayani masyarakat Texas yang luar biasa," tulis Gonzales melalui akun X miliknya.
Sumber kepemimpinan Partai Republik mengonfirmasi kepada CNN bahwa pernyataan Gonzales tersebut berarti ia akan segera meninggalkan kursinya. Sebelumnya, pimpinan Republik sempat ragu untuk mendepak Gonzales karena khawatir kehilangan margin suara mayoritas yang tipis untuk mendukung agenda Donald Trump.
Kesepakatan Lintas Partai untuk Bersih-Bersih
Di balik layar, sempat muncul rencana dari anggota dewan lintas partai untuk saling mengajukan mosi pemecatan. Anggota Kongres Anna Paulina Luna dari Republik dan Teresa Leger Fernández dari Demokrat disebut telah merancang langkah agar kedua partai "kehilangan" satu anggota secara adil guna menjaga keseimbangan kekuasaan.
Fenomena pengunduran diri ini mengingatkan publik pada gelombang gerakan #MeToo di akhir 2010-an, di mana sejumlah politisi seperti Al Franken dan John Conyers juga dipaksa mundur karena tuduhan serupa. Pengunduran diri Swalwell dan Gonzales menandai salah satu momen paling dramatis di Capitol Hill dalam beberapa tahun terakhir.
Komite Etik Kongres dijadwalkan akan tetap menindaklanjuti penyelidikan terhadap keduanya saat masa reses berakhir pada hari Selasa, meskipun keduanya telah menyatakan akan meletakkan jabatan mereka.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]


















































