Solar Subsidi Langka di Luar Jawa, Biaya Logistik Naik Jelang Iduladha

5 hours ago 3

Solar Subsidi Langka di Luar Jawa, Biaya Logistik Naik Jelang Iduladha

Sejumlah kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU Pertamina di Jakarta, Kamis (14/5/2026)./Bisnis-Robby Fathan

Harianjogja.com, JAKARTA — Krisis ketersediaan solar subsidi di luar Pulau Jawa mulai memukul keras sektor logistik nasional. Menjelang momentum Hari Raya Iduladha 2026, antrean panjang di sejumlah SPBU membuat pelaku usaha harus merogoh kocek lebih dalam demi menjaga distribusi barang tetap berjalan.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, mengungkapkan kondisi di lapangan semakin sulit, terutama di wilayah Sumatra seperti Lampung hingga Palembang. Truk-truk pengangkut barang terpaksa mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar subsidi, yang berdampak langsung pada keterlambatan pengiriman.

“Begitu kami menyeberang ke luar Jawa, antrean di SPBU sudah panjang. Ini sangat mengganggu operasional distribusi,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Situasi ini memaksa perusahaan logistik mengambil langkah darurat dengan beralih ke bahan bakar nonsubsidi, seperti Pertamina Dex. Padahal, selisih harga sangat signifikan. Jika solar subsidi dibanderol Rp6.800 per liter, maka Pertamina Dex mencapai Rp27.900 per liter—hampir empat kali lipat lebih mahal.

Lonjakan biaya operasional pun tak terhindarkan. Ironisnya, beban tersebut tidak bisa sepenuhnya dialihkan kepada pelanggan. Penyedia jasa logistik justru berada di posisi paling tertekan karena harus menjaga tarif tetap kompetitif di tengah kenaikan biaya.

“Yang terjepit itu kami. Tarif tidak bisa naik, tapi biaya terus bertambah, mulai dari BBM, tol, hingga pungutan liar di jalan,” kata Mahendra.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa secara umum stok BBM di luar Jawa dalam kondisi aman. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi kemungkinan besar berkaitan dengan distribusi dan ketepatan sasaran penyaluran subsidi.

“Perlu dilihat lebih detail kondisi di lapangan. Apakah memang ada kendala distribusi atau faktor lain,” jelasnya.

Berbeda dengan kondisi di luar Jawa, pasokan BBM di wilayah Jawa Tengah dan Jogja dipastikan aman. Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa distribusi energi menjelang libur panjang Iduladha tetap terkendali.

“Kami pastikan pasokan BBM aman, sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitas dan merayakan Iduladha dengan tenang,” katanya.

Kondisi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk segera memperbaiki distribusi BBM subsidi, terutama di wilayah luar Jawa. Jika tidak segera diatasi, bukan hanya sektor logistik yang terdampak, tetapi juga stabilitas harga barang dan rantai pasok nasional secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|