REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- PT KAI terus melakukan upaya penanganan dampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. Ratusan penumpang pun memilih untuk membatalkan tiket yang terlanjur mereka beli.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyebutkan, hingga Selasa (28/4) pukul 17.00 WIB, sebanyak 154 tiket KA Jarak Jauh telah di-refund oleh penumpang di wilayah Daop 3 Cirebon. Yakni, meliputi Stasiun Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Haurgeulis, dan Brebes.
Muhibbuddin mengatakan, KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen (di luar bea pesan) bagi pelanggan yang terdampak keterlambatan, perubahan rute, atau pembatalan perjalanan.
Adapun batas waktu pengajuan diberikan hingga tujuh hari sejak jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket. Sementara proses pencairan dana diupayakan selesai maksimal 1 x 24 jam setelah pembatalan dilakukan.
Selain itu, pengembalian bea bagasi juga diberikan secara penuh apabila pelanggan tidak melakukan perjalanan. “KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen diluar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Kami memastikan seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” ujar Muhibbuddin, Selasa (28/4/2026).
Secara rinci, pengembalian tiket diberikan kepada pelanggan yang membatalkan perjalanan akibat keterlambatan, penundaan lebih dari satu jam, perubahan rute perjalanan, hingga pelanggan yang memilih tidak menggunakan kereta api pengganti atau moda lanjutan.
Kebijakan itu juga mencakup tiket pulang-pergi, tiket lanjutan (connecting), serta tiket layanan KAI Group dalam satu kode booking yang terdampak. Muhibbuddin menjelaskan, pada 28 April 2026 per pukul 01.04 WIB, jalur hilir lintas Bekasi–Tambun telah berhasil dibuka dan dapat dilalui. Namun, jalur hulu masih dalam proses evakuasi intensif sehingga berdampak pada jadwal perjalanan di wilayah Daop 3 Cirebon.
"Saat ini, perjalanan KA di wilayah Daop 3 Cirebon masih mengalami keterlambatan seiring dengan proses normalisasi operasional. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan terus berupaya mempercepat pemulihan jalur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan," tambahnya.
Berdasarkan data hingga pukul 13.26 WIB, tercatat 15 korban meninggal dunia (telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati) dan 88 korban luka-luka yang kini dalam penanganan medis. KAI sepenuhnya menyerahkan proses investigasi penyebab kecelakaan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
KAI juga menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang. Tim medis, Basarnas, KAI, TNI, dan Polri bekerja bersama secara terkoordinasi di lapangan untuk memastikan setiap korban mendapatkan pertolongan terbaik.
Posko Informasi tersedia selama 14 hari di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur. Seluruh penanganan ditindaklanjuti melalui posko, termasuk layanan bagi pelanggan KAJJ yang terdampak. Untuk informasi lebih lanjut: Call Center 121 atau WhatsApp 0811-2223-3121.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam situasi ini,” tutur Muhibbuddin.

1 hour ago
2
















































