Reawan Global Sumud Flotilla saat tiba di Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026) malam.
REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA— Tiga pesawat milik maskapai Turkish Airlines mendarat di Bandara Internasional Bandara Internasional Istanbul pada Kamis (22/5/2026), membawa 422 aktivis dari “Armada Keteguhan Global” setelah mereka dibebaskan oleh otoritas pendudukan Israel dan dideportasi secara massal melalui Bandara Ramon.
Para aktivis yang berasal dari lebih dari 40 negara itu tiba dengan membawa bekas luka dan cedera serius akibat tindakan kekerasan yang disebut brutal selama penahanan mereka di perairan internasional dan pusat-pusat tahanan Israel.
Kedatangan mereka disambut massa dalam jumlah besar, disertai kecaman resmi pemerintah Turki dan langkah hukum yang semakin luas untuk menuntut para pemimpin Israel.
Penerbangan evakuasi tersebut diselenggarakan melalui koordinasi langsung antara Kementerian Luar Negeri Turki dan pejabat Kedutaan Besar Turki di Tel Aviv untuk memulangkan 422 peserta, terdiri dari 85 warga Turki dan 337 warga asing.
Sebelumnya, para aktivis itu berada di atas puluhan kapal dan perahu yang berangkat dari Pelabuhan Marmaris, Turki, pada 14 Mei lalu sebagai bagian dari armada kemanusiaan yang telah berlayar lebih dari lima pekan sejak bertolak dari Barcelona.
Dalam perjalanan itu, sebanyak 69 kapal dan perahu armada dicegat di perairan internasional sebelah barat Pulau Siprus, ratusan kilometer dari pesisir Gaza.
Wakil Menteri Luar Negeri Turki, Haji Ali Ouzal, mengatakan di bandara bahwa Israel kembali melanggar hukum internasional untuk ketiga kalinya dengan menyerang gerakan sipil global yang menjalankan misi kemanusiaan damai guna mengirim bantuan makanan, bahan bakar, dan perlengkapan medis penting ke Jalur Gaza yang terkepung.

1 month ago
34

















































