UEFA Nations League akan Pakai Format Mirip Liga Champions

6 hours ago 4

Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- UEFA berencana melakukan perubahan besar pada format UEFA Nations League dan kualifikasi Kejuaraan Eropa dengan mengadopsi sistem yang menyerupai format baru Liga Champions UEFA.

Rancangan perubahan tersebut dijadwalkan mulai diterapkan setelah UEFA Euro 2028. Meski detail finalnya masih akan dimatangkan melalui proses konsultasi, UEFA telah memaparkan konsep dasar format baru tersebut.

Dalam skema anyar, Nations League musim 2028/2029 akan berubah dari empat liga menjadi tiga liga yang masing-masing diisi 18 tim.

Setiap liga nantinya dibagi ke dalam tiga grup berisi enam tim. Seluruh peserta akan memainkan enam pertandingan melawan enam lawan berbeda, dengan sistem kandang dan tandang yang dibagi seimbang.

Format itu dibuat menyerupai model Liga Champions terkini agar tim nasional tidak terus-menerus menghadapi lawan yang sama dalam satu grup.

UEFA memastikan fase perempat final, Final Four, serta play-off promosi dan degradasi tetap dipertahankan.

Perubahan juga akan diterapkan pada sistem kualifikasi Euro. Nantinya, tim nasional akan memainkan enam pertandingan melawan enam lawan berbeda dalam format kandang dan tandang.

Menariknya, negara tuan rumah turnamen tetap diwajibkan mengikuti babak kualifikasi meski sudah otomatis lolos ke putaran final. Hasil pertandingan mereka akan tetap diperhitungkan untuk menentukan posisi di Nations League berikutnya.

Tim dengan peringkat terbaik dari tiap grup Liga 1 akan lolos otomatis ke putaran final Euro. Sementara slot tersisa diperebutkan melalui sistem play-off yang juga membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari Liga 2.

Italy dan Turkey telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama UEFA Euro 2032.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan format baru itu dirancang untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus membuat pertandingan tim nasional lebih menarik.

“Format baru ini akan meningkatkan keseimbangan kompetitif, mengurangi jumlah pertandingan yang tidak menarik, serta menghadirkan kompetisi yang lebih dinamis bagi penggemar,” kata Ceferin.

Ia menambahkan, sistem baru tersebut juga diharapkan menjaga peluang kualifikasi yang adil bagi semua negara tanpa menambah jadwal internasional.

“Perubahan ini akan meningkatkan nilai sepak bola tim nasional putra UEFA dan kami menantikan implementasinya,” ujarnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|