Xiaomi Bikin Kejutan: Servis Gratis Gadget Rusak Banjir, Ini Syaratnya

5 hours ago 2

 Servis Gratis Gadget Rusak Banjir, Ini Syaratnya

Ilustrasi ponsel pintar Xiaomi Ultra. Dalam foto ini Xiaomi 17 Ultra. ANTARA/HO-situs web Xiaomi Global

Harianjogja.com, CHINA — Di tengah bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di China, langkah tak biasa diambil Xiaomi. Raksasa teknologi tersebut mengumumkan program perbaikan gratis untuk berbagai perangkat elektronik yang rusak akibat air, sebuah kebijakan langka yang langsung menarik perhatian publik.

Program ini berlaku mulai 22 Mei hingga 20 Juni 2026 dan difokuskan pada tiga provinsi yang terdampak paling parah, yakni Jiangxi, Hunan, dan Hubei. Dalam kebijakan tersebut, Xiaomi secara khusus menghapus pengecualian garansi untuk kerusakan akibat air—yang selama ini hampir selalu tidak ditanggung oleh produsen mana pun.

Keputusan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata di tengah situasi darurat. Pasalnya, kerusakan perangkat elektronik akibat banjir biasanya membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Untuk smartphone kelas flagship saja, biaya servis bisa mencapai ratusan yuan atau setara jutaan rupiah. Sementara untuk laptop dan perangkat rumah tangga pintar, biaya bisa jauh lebih tinggi.

Dengan adanya program ini, masyarakat terdampak bisa bernapas lega. Xiaomi menanggung biaya perbaikan untuk berbagai jenis perangkat, mulai dari smartphone, tablet, wearable, hingga laptop dan produk rumah pintar dari lini Mijia. Bahkan, perangkat besar seperti mesin cuci dan pendingin ruangan (AC) yang terendam banjir juga masuk dalam cakupan layanan.

Tak hanya itu, Xiaomi juga menyediakan bantuan tambahan di pusat layanan, seperti fasilitas pengisian daya, akses WiFi, dan air minum. Layanan ini sangat membantu warga yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan akses listrik dan internet akibat bencana.

Untuk mengakses program ini, pengguna memiliki beberapa opsi. Mereka dapat langsung datang ke pusat layanan Xiaomi terdekat, mengajukan perbaikan melalui aplikasi Xiaomi Mall di bagian layanan purna jual, atau menghubungi hotline serta dukungan resmi melalui WeChat.

Wilayah yang termasuk dalam program ini meliputi sejumlah area di Ganzhou (Jiangxi), beberapa kabupaten di Hunan, serta kota Jingzhou dan Enshi di Hubei. Xiaomi juga mengingatkan agar warga segera memanfaatkan program ini, mengingat tingginya potensi lonjakan permintaan layanan dalam waktu singkat.

Langkah Xiaomi ini menjadi contoh bagaimana perusahaan teknologi dapat berperan aktif dalam membantu masyarakat di tengah bencana. Selain meringankan beban finansial, kebijakan ini juga memperkuat citra perusahaan sebagai brand yang responsif terhadap kebutuhan konsumennya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|