1008 Dipa Menyala, Mahashivaratri Hidupkan Spirit Prambanan

1 hour ago 1

1008 Dipa Menyala, Mahashivaratri Hidupkan Spirit Prambanan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat menerima cindera mata dari salah seorang peserta pada Puncak perayaan Mahashivaratri di Prambanan Shiva Festival 2026 di kompleks Candi Prambanan, Minggu (15/2 - 2026).

Harianjogja.com, SLEMAN—Puncak perayaan Mahashivaratri dalam rangkaian Prambanan Shiva Festival 2026 berlangsung khidmat di kompleks Candi Prambanan, Minggu (15/2/2026). Festival yang digelar perdana ini menegaskan posisi Prambanan bukan sekadar monumen bersejarah, melainkan living monument—warisan budaya yang hidup, sakral, dan terus dirawat lintas generasi.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang hadir dalam puncak perayaan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai spiritual dan penguatan daya tarik pariwisata. Menurutnya, Prambanan Shiva Festival menjadi contoh konkret bagaimana situs warisan dunia dapat berfungsi sebagai ruang ibadah sekaligus destinasi budaya berkelas.

“Melalui Prambanan Shiva Festival, kita ingin candi ini tidak hanya berdiri sebagai monumen, tetapi hidup sebagai warisan budaya yang sakral. Dari sisi pariwisata, kegiatan ini diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujarnya.

Ni Luh Puspa memaparkan, kinerja sektor pariwisata nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 15,39 juta atau tumbuh 10,8 persen dibanding tahun sebelumnya dan melampaui target RPJMN. Sementara pergerakan wisatawan nusantara menembus 1,2 miliar perjalanan, meningkat 17,55 persen.

Selain itu, Indonesia meraih 154 penghargaan internasional, termasuk pengakuan dari UN Tourism terhadap desa wisata di Bali dan Banyuwangi. Untuk 2026, pemerintah menargetkan 16–17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara serta 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara.

“Yang terpenting bukan semata jumlah, melainkan kualitas destinasi dan pengalaman wisatawan,” tegasnya.

Ruang Sakral dan Dialog Budaya

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci terselenggaranya Prambanan Shiva Festival yang berlangsung sejak 17 Januari hingga malam Mahashivaratri. Direktur Utama InJourney Destination Management (IDM), Febrina Intan, menyebut festival ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Ni Luh Puspa, Prambanan sebagai Shiva Grha atau rumah Dewa Siwa merupakan mahakarya leluhur yang dibangun dengan kesadaran spiritual tinggi. Perayaan Mahashivaratri dimaknai sebagai ajakan “pulang ke rumah”, menghadirkan ruang refleksi dan penyucian diri bagi umat Hindu sekaligus ruang dialog budaya bagi masyarakat luas.

“Candi Prambanan adalah jembatan antara kejayaan masa lalu dan harapan masa depan. Di sini sakralitas berpadu dengan modernitas, spiritualitas berjalan beriringan dengan penguatan pariwisata,” katanya.

Sebagai simbol penerangan batin, ribuan umat menyalakan 1008 dipa di pelataran candi. Cahaya yang menyala serentak diharapkan tak hanya menerangi kawasan Prambanan, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan sebagai satu bangsa.

Apresiasi India dan Komitmen Restorasi

Apresiasi juga datang dari Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty. Ia menyebut Prambanan sebagai kuil Siwa terbaik yang pernah ia lihat selama berkeliling dunia.

“Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa. Prambanan adalah kuil Siwa terbaik di dunia,” ujarnya.

Ia mendorong agar wisatawan India yang jumlahnya besar di Bali juga diarahkan berkunjung ke Yogyakarta dan Jawa Timur untuk menyaksikan langsung kekayaan warisan budaya seperti Prambanan dan destinasi di sekitarnya.

Chakravorty juga mengungkapkan komitmen kerja sama antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam mendukung restorasi Prambanan. Tim ahli dari India dijadwalkan datang untuk berkontribusi dalam upaya pemugaran agar struktur candi semakin mendekati bentuk aslinya dari abad ke-9.

Spirit Kebangsaan dalam Bingkai Spiritual

Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya, menegaskan Mahashivaratri bukan hanya ritual keagamaan, tetapi momentum membangun manusia Indonesia yang utuh—secara rohani, jasmani, dan sosial.

Ia menilai prosesi kirab dari Kedulan menuju Prambanan sejauh lima kilometer dengan membentangkan bendera Merah Putih hampir seribu meter sebagai simbol kuat persatuan dan semangat kebangsaan dalam bingkai spiritualitas.

Prambanan Shiva Festival 2026 didukung Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Daerah DIY, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sebagai penyelenggaraan perdana, evaluasi akan dilakukan untuk penyempurnaan ke depan.

Festival ini bukan sekadar agenda seremoni, melainkan tonggak baru pengelolaan warisan budaya berbasis kolaborasi. Di tengah arus modernitas, Prambanan diteguhkan kembali sebagai ruang suci yang hidup—menghubungkan spiritualitas, kebudayaan, dan pariwisata dalam satu tarikan napas kebangsaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|