11 Perkembangan Baru Perang Timteng, Iran Ketemu Putin-Korut Menang

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa perkembangan terkini terjadi di Timur Tengah, Minggu-Senin (27/4/2026). Meski gencatan senjata masih berlaku masih Amerika Serikat (AS) dan Iran, negosiasi perdamaian kedua negara masih belum disepakati.


Sabtu, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk mengirim utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pembicaraan dengan Iran. Trump memberi alasan "pertikaian dan kebingungan yang luar biasa" terjadi di dalam kepemimpinan Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kembali sebentar ke Islamabad pada hari Minggu ketika para pemimpin Pakistan mendorong untuk menghidupkan kembali pembicaraan gencatan senjata antara Teheran dan Washington. Ini terjadi saat Trump tiba-aba mengatakan diskusi damai dapat dilakukan melalui telepon.

Di sisi lain gencatan senjata Israel dan Hizbullah di Lebanon juga terancam. Lalu apa saja updatenya siang ini?

Berikut rangkuman CNBC Indonesia mengutip sejumlah sumber:

1.Iran Bertemu Putin

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Senin ini, ia sudah tiba di Saint Petersburg, Rusia.

Belum diketahui inti pembicaraan. Namun perang Iran dengan AS diyakini akan jadi topik utama.

"Ia tiba pada Senin pagi dengan tujuan bertemu dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin," demikian tulis kantor berita negara Iran, IRNA, di Telegram.

Kantor berita Moskow, TASS, sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa Putin berencana bertemu Araghchi. Laporan mengutip juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

2.Tentara Israel Tewas

Tentara Israel mengatakan salah satu tentaranya tewas "selama pertempuran" di Lebanon selatan, tempat gencatan senjata telah berlaku sejak pertengahan April. Israel dan Hizbullah yang didukung Iran saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Hizbullah menolak tuduhan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahwa mereka membahayakan gencatan senjata. Kelompok pro Iran di Lebanon itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan mereka terhadap target Israel di Lebanon selatan dan Israel utara adalah "tanggapan yang sah terhadap pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus dilakukan musuh sejak hari pertama pengumuman gencatan senjata sementara".

Netanyahu mengatakan tindakan Hizbullah mengancam gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Ia bahkan berjanji untuk "dengan tegas" menargetkan kelompok yang didukung Iran tersebut.

"Harus dipahami bahwa pelanggaran Hizbullah, pada praktiknya, membongkar gencatan senjata," katanya.

5.Serangan Israel

Media resmi Lebanon mengatakan militer Israel mulai menyerang wilayah selatan negara itu pada hari Minggu setelah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tujuh lokasi. Padahal, ada gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

"Pesawat tempur Israel melancarkan serangan di Kfar Tibnit, salah satu lokasi yang termasuk dalam gencatan senjata," kata Kantor Berita Nasional yang dikelola pemerintah, menambahkan bahwa ada laporan korban jiwa.

6.Trump Beri Pernyataan soal Iran setelah Penembakan Makan Malam

Presiden AS Donald Trump mengatakan penembakan di acara makan malam media di Washington pada hari Sabtu tidak akan mengalihkan perhatiannya dari perang melawan Iran. Sebelumnya seorang agent Secret Service AS, dilaporkan tertembak di acara White House Correspondents Dinner di Gedung Putih.

"Itu tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan itu, saya benar-benar tidak berpikir begitu, berdasarkan apa yang kita ketahui," kata Trump setelah insiden tersebut.

7.Proposal Baru Iran soal Selat Hormuz

Iran telah menawarkan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, sambil menunda pembicaraan nuklir ke tanggal yang lebih kemudian. Hal ini dilapor Axios, mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Para ahli memperingatkan bahwa semakin lama selat tersebut tetap terganggu, semakin akut dampak ekonominya. Di mana kenaikan harga pada akhirnya akan memaksa penurunan permintaan, terutama di wilayah pengimpor energi.

8.Eksekusi di Iran

Iran pada hari Minggu mengeksekusi seorang pria yang dihukum karena menjadi anggota kelompok militan Sunni Jaish al-Adl dan terlibat dalam serangan terhadap pasukan keamanan di tenggara. Pada hari Sabtu, mereka mengumumkan eksekusi seorang pria yang dituduh memberikan informasi intelijen kepada Israel.

9.Harga Minyak Terbang

Di tengah ketidakpastian yang masih ada mengenai jalur air energi yang penting dan perang Iran, harga minyak sedikit naik pada hari Senin. Ini memperkuat premi risiko yang terus-menerus di pasar energi.

Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, naik sekitar 1% menjadi US$106,55 per barel. Sementara minyak mentah AS naik 0,88% menjadi US$95,23 per barel.

Goldman Sachs memperkirakan harga minyak akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, menaikkan perkiraan Brent menjadi US$90 per barel pada akhir tahun 2026 dari US$80 sebelumnya. Bank investasi itu mengatakan gangguan di Teluk Persia terbukti lebih persisten daripada yang diasumsikan sebelumnya.

10.Kondisi Pasar

Sejauh ini, pasar saham global menunjukkan ketahanan yang mengejutkan. Pasar global telah memulihkan kerugian yang diderita pada awal pecahnya perang, dan berada di dekat rekor tertinggi meskipun terjadi guncangan energi yang berkelanjutan.

Para analis mengatakan bahwa ini mencerminkan tarik-menarik antara risiko geopolitik dan pendorong struktural yang kuat. Khususnya kecerdasan buatan.

"Pada dasarnya, pasar saham menyeimbangkan dua kekuatan yang berlawanan: risiko geopolitik di satu sisi, dan komersialisasi AI di sisi lain, dan saat ini sisi kanan menang dengan meyakinkan," kata Billy Leung, ahli strategi investasi di Global X ETFs.

"Tren utama adalah naik dan saya akan menghormati itu, tetapi saya juga tidak akan mengejar di sini. Sentimen sedang tinggi, posisi pasar ramai, dan angka-angka yang tinggi secara historis mendahului imbal hasil yang lebih rendah," kata Leung lagi memperingatkan bahwa sentimen pasar mulai meningkat.

Yang lain melihat volatilitas sebagai peluang pembelian. Rajat Bhattacharya, ahli strategi investasi senior di Standard Chartered, mengatakan fluktuasi pasar jangka pendek kemungkinan akan terjadi, tetapi ia memperkirakan kesepakatan dalam beberapa minggu yang dapat memulihkan arus dana.

"Volatilitas jangka pendek apa pun memberi investor kesempatan untuk menambah aset berisiko dalam alokasi yang terdiversifikasi," katanya.

11. Korut Menang Banyak

Korea Utara (Korut) memanfaatkan perang di Timur Tengah untuk mempercepat pengembangan senjatanya dan memperkuat status nuklirnya di dunia di mana norma-norma internasional telah runtuh, kata para analis. Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari, Korut  telah melakukan lima peluncuran rudal, termasuk empat sejauh ini pada bulan April.

Mengutip AFP, ini merupakan yang terbanyak dalam satu bulan sejak Januari 2024. Hal ini menyusul janji pemimpin Kim Jong Un untuk memperkuat kekuatan nuklir, karena Pyongyang menuai manfaat dari hubungan yang lebih dalam dengan Rusia dan mempertajam kecamannya terhadap sekutu AS, Korea Selatan (Korsel).

"Peluncuran tersebut tampaknya merupakan bagian dari strategi yang canggih untuk menyeimbangkan peningkatan militer dengan dinamika yang berubah antara Amerika Serikat, Rusia, dan China," kata Lim Eul-chul, seorang ahli Korea Utara di Universitas Kyungnam Korsel.

"Lanskap keamanan global saat ini telah berubah menjadi 'zona tanpa hukum' di mana norma-norma internasional yang ada tidak lagi berfungsi," katanya.

"Korea Utara mengeksploitasi kekosongan ini... untuk melengkapi persenjataan nuklirnya."

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|