Sejumlah umat Muslim menggelar unjuk rasa solidaritas untuk Gaza di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, MARSEILLES — Armada Freedom Flotilla Coalition and Thousand Madleens mulai berlayar ke Jalur Gaza, Palestina. Pelayaran kemanusian global itu mengambil titik angkat jangkar serempak dari Marseilles, Prancis, pada Sabtu (4/4/2026). Sebanyak 20 kapal membuka pelayaran akbar menembus blokade Gaza musim semi tahun ini.
“Di dalam kapal-kapal Freedom Flotilla Coalition and Thousand Madleens terdapat puluhan warga negara dari seluruh dunia yang sudah berlayar dari Marseilles, Prancis untuk bertemu dengan kapal-kapal kemanusian lainnya yang akan berlayar dalam bulan ini dan membentuk armada terbesar untuk mendukung Palestina,” begitu dalam siaran pers Thousand Madleens to Gaza yang diterima Republika di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Armada Freedom Flotilla Coalition and Thousand Madleens merupakan bagian dari konvoi akbar kemanusian melalui Laut Mediterania untuk menembus blokade Gaza musim semi April-Mei 2026. Dalam misi menembus blokade Gaza tahun ini, juga akan menyusul armada kemanusian dari Global Sumud Flotilla (GSF). Pelayaran Global Sumud Flotilla akan membawa ribuan aktivis dari sedikitnya 100 negara. Mereka membawa bantuan kemanusian untuk masyarakat di Gaza yang hingga kini masih dalam blokde penjajahan Zionis Israel.
Global Sumud Flotilla mengambil titik keberangkatan dari Barcelona, Spanyol pada 12 April mendatang. Menyusul keberangkatan dari Italia, dan Yunani pada pertengahan dan akhir April ini. Menyusul kemudian armada Global Sumud Flotilla dari Turki pada 2 Mei 2026 mendatang. Konvoi pelayaran akbar menembus blokade Gaza tahun ini menjadi yang terbesar dari misi-misi serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan 150 kapal kemanusian yang akan berlayar menembus blokade Gaza.
Selain itu konvoi juga dilakukan oleh Sumud Maghreeb, dan Global March Flotilla yang akan mengambil jalur tempuh ke Gaza, melalui Libya dan pintu Mesir. Dari Indonesia sekitar 20 relawan dan aktivis Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang merupakan gabungan dari 26 filantropi akan turut ambil bagian dalam misi kemanusian menuju Gaza tahun ini. Misi kemanusian global menuju Gaza tahun ini kembali digelar mengingat Zionis Israel yang masih melakukan pengepungan terhadap seluruh warga sipil di Gaza.
“Kekerasan masih terus meningkat di Gaza, dan gencatan senjata merupakan kebohongan. Warga Palestina masih menjadi target pemusnahan (genosida) oleh kekuatan zionis. Jangan berhenti untuk membicarakan dan melakukan aksi kemanusian untuk Palestina,” begitu dalam siaran pers Freedom Flotilla Coalition and Thousand Madleens.
n Bambang Noroyono

1 hour ago
1
















































