
Foto ilustrasi sekolah rusak, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 37 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bantul mendapatkan program revitalisasi pada tahun anggaran 2026 dari pemerintah pusat. Enam sekolah di antaranya telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dan mulai melaksanakan pekerjaan revitalisasi, sedangkan 31 sekolah lainnya masih dalam tahap persiapan administrasi sebagai calon penerima bantuan.
Program revitalisasi dilakukan secara bertahap. Sejumlah sekolah yang telah menyelesaikan proses kontrak kini dapat mempersiapkan maupun melaksanakan pekerjaan pembangunan sesuai tahapan yang ditetapkan.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Bantul, Istiani Nurhasanah, mengatakan terdapat enam SD negeri dan swasta dari berbagai angkatan dan tahap yang telah berkontrak untuk memulai revitalisasi. Bahkan, sebagian di antaranya telah memasuki tahap pengerjaan.
“Total ada enam SD negeri dan swasta dari berbagai angkatan dan tahap yang sudah kontrak untuk mulai revitalisasi dan ada juga yang sudah dikerjakan. Penyebab kerusakannya macam-macam ada yang karena usia dan juga karena bencana,” kata Istiani, Rabu (29/7/2026).
Keenam sekolah tersebut adalah SD Negeri Balong di Sewon, SD Negeri Rejodadi di Kasihan, SD Kanisius Kembaran di Kasihan, SD Negeri Mutihan di Banguntapan, SD Negeri Salam di Pandak, dan SD Negeri 3 Bantul.
"Sementara 31 sekolah lainnya masih menjalani proses persiapan administrasi untuk rencana revitalisasi," jelasnya.
Istiani menjelaskan, Dikpora Bantul hanya bertugas mengusulkan sekolah penerima bantuan berdasarkan kondisi dan skala kerusakan yang dialami. Seluruh tahapan lainnya, mulai dari pengajuan, pembaruan jenis kerusakan, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga penetapan penerima bantuan dan pelaksanaan pembangunan fisik menjadi kewenangan masing-masing sekolah.
"Termasuk besaran anggarannya, karena semua tahapan diakses melalui daring dan sekolah langsung berhubungan dengan pusat," jelasnya.
Menurut dia, Dikpora Bantul masih menunggu penyelesaian administrasi dari puluhan sekolah calon penerima lainnya. Proses administrasi tersebut menjadi tahapan penting sebelum sekolah dapat melanjutkan ke proses kontrak.
"Lewat program ini kami harap dapat memperbaiki kondisi sarana dan prasarana sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar di SD Bantul dapat berlangsung lebih nyaman dan aman," pungkasnya.
Salah satu penerima program revitalisasi adalah SD Negeri Balong di Sewon. Kepala Sekolah SD Negeri Balong, Zumardi, mengatakan sekolahnya menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat melalui program Kementerian Dikdasmen.
"Kami masuk angkatan dua tahap 1 untuk program revitalisasi sekolah yang dari Kementerian Dikdasmen," katanya.
Ia menyampaikan proses pengerjaan revitalisasi di sekolahnya masih terus berlangsung dengan progres yang telah mencapai sekitar 60%-65% dari total pekerjaan.
"Untuk revitalisasinya sudah jalan, perkembangannya sekarang kurang lebih hampir mencapai 60-65℅ daro total pengerjaan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































