4 Data Bohong yang Dituduh Hasil Pemalsuan Gibran di eFishery

3 weeks ago 17

8000hoki.com Platform server Slot Maxwin China Terbaru Pasti Jackpot Full Terus

hokikilat.com Data Login server Slot Maxwin China Terbaru Gampang Menang Setiap Hari

1000 hoki List Akun server Slot Gacor Cambodia Terkini Mudah Lancar Win Full Non Stop

5000 Hoki Online Situs web Slots Gacor Malaysia Terkini Mudah Lancar Jackpot Full Setiap Hari

7000 Hoki Online Data Situs website Slot Maxwin Singapore Terpercaya Gampang Menang Terus

9000hoki.com List Login web Slot Maxwin Malaysia Terkini Mudah Jackpot Terus

Alternatif Situs games Slots Gacor server Indonesia Terkini Sering Jackpot Full Non Stop

Idagent138 Daftar Slot Anti Rungkad Terbaik

Luckygaming138 Daftar Id Slot Anti Rungkad

Adugaming login Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya

kiss69 Daftar Id Slot Gacor Terbaik

Agent188 Slot Gacor

Moto128 Daftar Akun Slot Anti Rungkad Online

Betplay138 Akun Slot Anti Rungkat Terpercaya

Letsbet77 login Akun Slot Game Terpercaya

Portbet88 Daftar Akun Slot Gacor Online

Jfgaming Daftar Akun Slot Anti Rungkat Online

MasterGaming138 login Akun Slot Anti Rungkat Terpercaya

Adagaming168 login Akun Slot Terbaik

Kingbet189 Daftar Akun Slot Anti Rungkad Terbaik

Summer138 login Akun Slot Game Online

Evorabid77 Daftar Slot Anti Rungkad Terbaik

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri startup tanah air dihebohkan dengan dugaan kasus pemalsuan laporan keuangan oleh eFishery.

Startup aqua-tech itu didirikan pada 2013 oleh Gibran Huzaifah di Bandung. Perusahaan ini telah mencapai status unicorn lewat pendanaan Seri D US$ 200 juta pada 2023 lalu.

Menurut hasil audit baru-baru ini menunjukkan manajemen memiliki dua laporan keuangan yang berbeda sejak 2018, yakni untuk kebutuhan internal dan eksternal.

Berikut adalah data keuangan aneh yang ditemukan dalam audit oleh pihak eksternal di eFishery:

1. Pendapatan 4 kali lipat

Pada laporan keuangan internal, eFishery mengumpulkan pendapatan senilai Rp2,6 triliun selama periode 9 bulan, yakni Januari-September 2024. Sementara itu, laporan keuangan eksternal menunjukkan eFishery meraup pendapatan 4,8 kali lebih besar senilai Rp12,3 triliun. Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan untuk pihak eksternal, pertumbuhan pendapatan eFishery melonjak tajam.

Pada 2021 senilai Rp1,6 triliun, lalu 2022 menjadi Rp5,8 triliun, dan 2023 menjadi Rp10,8 triliun, menurut dokumen yang diterima CNBC Indonesia, dikutip Jumat (31/1/2025). Angka itu berbeda dalam laporan keuangan internal yang menunjukkan pendapatan eFishery sebesar Rp1 triliun pada 2021, lalu Rp4,3 triliun pada 2022, dan Rp6 triliun pada 2023.

2. Profit padahal rugi

Laporan internal dan eksternal juga timpang untuk pencatatan profit sebelum pajak. Berdasarkan laporan eksternal, eFishery membukukan profit sebelum pajak senilai Rp261 miliar selama periode Januari-September 2024.

Padahal, versi laporan internal menunjukkan eFishery justru rugi Rp578 miliar dalam periode yang sama. Sejak 2021 hingga 9 bulan di 2024, laporan eksternal eFishery memperlihatkan pertumbuhan profit sebelum pajak yang positif dan stabil. Berbanding terbalik dengan laporan internal yang menunjukkan perusahaan terus merugi sejak 2021. Kerugian paling parah pada 2022 sebesar Rp784 miliar. Kemudian pada 2023 sebesar Rp759 miliar.

3. Jumlah feeder

Manipulasi yang dilakukan e-Fishery tak cuma dari laporan keuangan, tetapi juga klaim mantan CEO Gibran Huzaifah yang mengaku ke investor bahwa perusahaan memiliki lebih dari 400.000 fasilitas pakan. Padahal, kenyataan di lapangan hanya sekitar 24.000.

Gibran diduga sengaja memerintahkan penggelembungan biaya modal perusahaan untuk pembelian pakan. Menurut laporan audit, hal ini untuk menjustifikasi kondisi keuangan perusahaan yang terus merosot.

4. Perusahaan palsu

Upaya manipulasi Gibran dan timnya sejak 2018 dilakukan demi memperoleh pendanaan Seri A. Laporan menemukan pada 2022 ada pembentukan 5 perusahaan yang dikendalikan oleh Gibran tetapi atas nama orang lain.

Perusahaan ini berfungsi untuk pencatatan perputaran uang untuk menggenjot pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Pada 2023, Gibran dan beberapa orang lain melancarkan upaya memalsukan dokumen-dokumen pendukung seperti invoice, kontrak, serta pembukuan bodong.

Ganti manajemen

Pada pertengahan Desember, eFishery mengumumkan pengangkatan Adhy Wibisono sebagai CEO interim menggantikan Gibran Huzaifah. Sebelum ditunjuk sebagai CEO, Adhy adalah CFO di perusahaan. Albertus Sasmitra ditunjuk sebagai CFO interim eFishery menggantikan Adhy.

"eFishery saat ini beroperasi di bawah kepemimpinan Adhy Wibisono, sebagai Interim CEO, dan Albertus Sasmitra, sebagai Interim CFO. Keputusan diambil bersama shareholder perusahaan, sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik," kata juru bicara eFishery dalam pernyataan tertulis yang diterima CNBC Indonesia.

Dalam pernyataan perusahaan yang diterima, eFishery mengatakan bahwa pihaknya memahami keseriusan isu yang sedang beredar, dan memberikan perhatian penuh.

"Kami memahami keseriusan isu yang sedang beredar saat ini dan kami menanggapinya dengan perhatian penuh. Kami berkomitmen untuk menjaga standar tertinggi dalam tata kelola perusahaan dan etika dalam operasional perusahaan," kata juru bicara eFishery.


(dem/dem)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Startup Pertanian Bantu Petani RI Tingkatkan Produksi

Next Article Kisah Gibran Gak Makan 3 Hari, Kini Punya Harta Rp 1,59 Triliun

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|