Aceh Barat Perkuat Deteksi Dini di Desa, Satgas Pageu Gampong Disiagakan

21 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperkuat peran masyarakat di tingkat gampong untuk mencegah narkoba, perjudian, dan berbagai persoalan sosial sekaligus menghadapi potensi bencana. Sebanyak 470 anggota Satlinmas dan Satuan Tugas (Satgas) Pageu Gampong dari 94 desa disiagakan untuk menjalankan fungsi pengamanan dan deteksi dini di lingkungan masing-masing.

Bupati Aceh Barat Tarmizi memimpin Apel Siaga Satlinmas dan Satgas Pageu Gampong di Lapangan Bola Kaki Desa Padang Jawa, Kecamatan Woyla, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti anggota Satlinmas dan Satgas Pageu Gampong dari Kecamatan Woyla, Woyla Barat, dan Arongan Lambalek, serta dihadiri unsur Forkopimda, Muspika, para keuchik, dan tokoh masyarakat.

Tarmizi mengatakan, penguatan Satlinmas dan Satgas Pageu Gampong diperlukan untuk memperkuat keamanan dan ketertiban sekaligus mengantisipasi bencana yang berpotensi terjadi di Aceh Barat.

“Menjelang akhir tahun khususnya pada bulan ber ber ini biasanya kita banjir, kemudian pada musim kemarau kebakaran lahan, maka mitigasi ini harus kita lakukan dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat,” kata Tarmizi.

Selain mitigasi bencana, Satlinmas dan Satgas Pageu Gampong diminta ikut mengawasi persoalan sosial di lingkungan desa, terutama peredaran narkoba dan perjudian yang berpotensi mengganggu keamanan serta berdampak terhadap generasi muda.

Tarmizi mengatakan, keterlibatan masyarakat diperlukan agar persoalan di tingkat gampong dapat diketahui lebih awal dan segera diteruskan kepada aparat penegak hukum.

“Ini upaya konkrit yang dilakukan oleh pemerintah yang menurut kami lebih efektif turun langsung kelapangan,” katanya.

Dalam apel tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat juga memberikan simulasi penanganan awal kebakaran akibat kebocoran tabung gas. Simulasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kebakaran sehingga tidak panik.

Menurut Tarmizi, Aceh Barat mencatat lebih dari 20 kasus kebakaran rumah dalam setahun. Sebagian kasus dinilai tidak tertangani dengan baik pada tahap awal karena masyarakat belum memahami langkah penanganan dan cenderung panik.

“Jadi dengan adanya simulasi ini diharapkan masyarakat nantinya bisa mengerti penanganan awal kebakaran rumah sehingga kasus kebakaran rumah bisa tertangani dan meminimalisir jumlah kebakaran rumah serta korban jiwa,” ujar Tarmizi.

Apel siaga di Woyla merupakan kegiatan kedua yang digelar Pemkab Aceh Barat. Pemerintah daerah masih menjadwalkan dua apel serupa di Kecamatan Kaway XVI dan Panton Reu.

Program tersebut ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan di Aceh Barat. Setiap desa akan memiliki tiga anggota Satlinmas dan dua anggota Satgas Pageu Gampong, sedangkan khusus desa di Kecamatan Johan Pahlawan jumlah Satgas Pageu Gampong ditetapkan tiga orang per desa.

Tarmizi meminta anggota Satlinmas dan Satgas Pageu Gampong tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga aktif mendeteksi persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Nantinya setiap ada informasi terkait dengan hal-hal yang bermasalah dengan hukum itu mereka bisa langsung menyampaikan ke Polsek sehingga Polsek, Polres dan Pemkab Aceh Barat dapat menindak tegas pada hari itu juga,” tutupnya.

Dengan pola tersebut, pemerintah daerah menempatkan unsur masyarakat di tingkat gampong sebagai mata dan telinga awal untuk mengetahui potensi gangguan keamanan maupun bencana. Informasi dari desa kemudian dapat diteruskan kepada aparat terkait untuk ditangani lebih cepat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|