Aksi protes pekerja pabrik di kawasan industri Noida, pinggiran ibu kota India, memanas pada Senin (13/4/2026) setelah memasuki hari keempat. Aparat kepolisian menembakkan gas air mata dan menerapkan “kekuatan minimum” untuk membubarkan massa yang mulai bertindak anarkis di sejumlah titik kota. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Kericuhan terjadi ketika para demonstran membakar kendaraan dan melempari batu ke arah aparat serta fasilitas umum. Situasi ini memperparah ketegangan di Noida, salah satu kota industri terencana terbesar di Asia yang menampung ribuan unit manufaktur. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Gelombang protes dipicu oleh meningkatnya biaya hidup global, yang salah satunya dipengaruhi oleh konflik geopolitik yang membatasi pasokan bahan bakar. Tekanan ekonomi tersebut mendorong pekerja menuntut perbaikan upah dan kondisi kerja. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Aksi serupa sebelumnya juga terjadi di negara bagian Haryana, pusat industri otomotif India, yang berujung pada kebijakan pemerintah menaikkan upah minimum sebesar 35 persen guna meredakan ketegangan. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
Rekaman dari kantor berita ANI menunjukkan puluhan demonstran berbaris sambil meneriakkan slogan, sementara aparat dengan perlengkapan anti huru hara berjaga di lokasi. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Pihak kepolisian setempat menegaskan bahwa langkah “kekuatan minimum” diambil demi menjaga ketertiban umum. Sementara itu, anggota parlemen negara bagian Uttar Pradesh, Narendra Kashyap, mengimbau para pekerja untuk menempuh jalur dialog dengan pemerintah guna menyampaikan tuntutan mereka. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

















































