Presiden AS Donald Trump (tengah), bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth (kanan), saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Presiden AS Donald Trump 'mempersenjatai' Kekristenan untuk membenarkan tindakannya di Timur Tengah. Sementara Israel terus bertindak tanpa hukuman karena sebagian besar negara Barat menutup mata. Demikian disampaikan aktivis dan satiris Irlandia, Tadhg Hickey.
Tampil di acara East Meets West di RT, yang dipandu oleh Tara Reade dan Olga Bataman, Hickey menggambarkan ironi bahwa Trump dan pejabat lain di pemerintahannya telah menggunakan pesan-pesan alkitabiah dalam pernyataan publik mereka tentang perang melawan Iran. Padahal kenyataannya tindakan mereka semakin jauh dari ajaran Kristus.
"Ini adalah pemerasan paham Kekristenan yang menurut saya sangat mengerikan. Sungguh vulgar gagasan bahwa Yesus adalah semacam agen perang bagi orang-orang ini, dan tidak ada yang Kristen dalam nilai-nilai atau perilaku mereka," kata Hickey.
Dia menggambarkan Israel yang bertindak dengan impunitas total di Gaza serta tempat lain, dan berupaya lolos dari hukuman sebanyak mungkin selama Trump berada di Gedung Putih. Israel berkeyakinan bahwa mereka tidak akan menghadapi perlawanan dari Washington atau negara-negara Barat secara luas.

2 weeks ago
18














































