Aktor George Clooney Khawatirkan Dampak AI di Industri Kreatif

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor George Clooney memperingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Al) membuat batas antara fakta dan fiksi semakin sulit dibedakan. Menurut dia, hal ini akan menimbulkan masalah bagi industri kreatif, jurnalisme, bahkan masyarakat.

Clooney menyampaikan kekhawatiran tersebut saat menghadiri Festival Film Venesia untuk menerima penghargaan Golden Lion untuk Lifetime Achievement. la pun sempat menyinggung kekhawatirannya jika wajah atau suaranya disalahgunakan dalam konten deepfake atau AI.

"Semakin sulit bagi kita untuk membedakan kebenaran. Saya tidak ingin muncul dalam iklan pembalut wanita 20 tahun setelah saya meninggal dunia. Saya sungguh tidak menginginkan hal itu," kata Clooney dilansir laman Reuters, Jumat (4/9/2026).

Menurut Clooney, persoalan yang muncul bukan hanya ketika masyarakat mempercayai konten palsu sebagai sesuatu yang nyata. Ia menilai, dampak yang lebih berbahaya terjadi ketika masyarakat mulai meragukan bukti yang autentik.

"Yang lebih berbahaya adalah ketika orang mulai meragukan semua informasi. Jika terus-menerus ada anggapan bahwa sesuatu mungkin benar atau mungkin palsu, pada akhirnya orang juga bisa menganggap sesuatu yang benar-benar nyata, orang bisa saja bilang 'Ah, itu palsu," kata dia.

Peraih Oscar itu mengaku telah bertemu dengan sejumlah pengembang Al terkemuka. Namun, pertemuan tersebut belum membuatnya yakin bahwa sistem perlindungan atau pengamanan terhadap teknologi tersebut mampu mengimbangi perkembangannya.

"Semua orang bekerja keras untuk mengatasinya, dan saya belum melihat kemajuan besar dalam keberhasilannya," kata dia.

Clooney kemudian mengaitkan persoalan Al dengan kondisi dunia jurnalisme. la menyoroti konsentrasi kepemilikan media di tangan segelintir orang kaya. "Orang-orang terkaya di dunia saat ini memiliki Washington Post dan Twitter serta sebagian besar tempat yang menjadi sumber informasi kita, dan itu merupakan sesuatu yang mengkhawatirkan," kata dia merujuk pada sosok Jeff Bezos dan Elon Musk.

Menurut Clooney, jurnalisme memang selalu mengalami perubahan dan menghadapi tantangan. Namun, ia tetap meyakini informasi pada akhirnya akan menemukan jalannya kepada masyarakat,

"Keadaan jurnalisme selalu berubah, selalu menghadapi tantangan. Namun, saya percaya bahwa informasi akan menemukan jalannya untuk keluar," kata dia.

Clooney menerima penghargaan Golden Lion untuk Lifetime Achievement di Festival Film Venesia pada Rabu (2/9/2026). Penghargaan ini menjadi puncak dari hubungan panjangnya dengan Venesia yang telah terjalin selama hampir tiga dekade.

Clooney pertama kali tampil di festival tersebut lewat film Out of Sight pada tahun 1998 dan kembali hadir dengan berbagai film, termasuk Good Night, and Good Luck, Michael Clayton, dan Gravity. Festival Film Internasional Venesia ke-83 dijadwalkan berlangsung di Lido, Venezia, Italia, pada 2 hingga 12 September 2026.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|