Instagram Perketat Aturan Akun ‘Manusia’ Buatan AI

3 hours ago 4

Aplikasi Instagram (ilustrasi). Instagram mulai memperketat aturan terhadap akun yang menggunakan profil menampilkan sosok manusia hasil kecerdasan buatan (Al).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Instagram mulai memperketat aturan terhadap akun yang menggunakan profil menampilkan sosok manusia hasil kecerdasan buatan (Al). Platform media sosial milik Meta itu bakal membatasi jangkauan akun yang menggunakan sosok hasil generasi Al sebagai foto profil.

Kebijakan tersebut diumumkan Instagram pada akhir Agustus, bersamaan dengan perubahan nama label untuk profil berbasis Al. Label yang sebelumnya disebut "Al creator" kini diganti menjadi "Al-generated profile".

Instagram mengatakan perubahan nama itu dibuat agar pengguna lebih mudah memahami bahwa sosok yang ditampilkan dalam sebuah profil dibuat atau sebagian besar diciptakan menggunakan Al. Dengan aturan baru ini, kreator yang tidak memberikan label dengan benar pada profil yang menampilkan sosok hasil generasi AI dapat mengalami pengurangan jangkauan.

Meski begitu, aturan ini tidak berlaku untuk semua bentuk penggunaan Al. Instagram menegaskan kreator yang hanya memanfaatkan Al untuk mengedit foto, menyempurnakan caption, membuat grafis, atau melakukan penyesuaian kreatif lainnya tidak perlu menggunakan label "Al-generated profile". Perubahan tersebut dilakukan Instagram setelah menerima keluhan atas maraknya akun yang terlihat seperti milik orang sungguhan. Padahal ternyata sosok yang ditampilkan di akun tersebut sepenuhnya dibuat menggunakan Al.

"Seiring semakin masifnya adaptasi Al dalam membuat konten, kami menerima keluhan dari pengguna terkait maraknya profil yang tampak seperti manusia, tapi sebenarnya AI," demikian pernyataan Instagram dilansir laman Techcrunch, Jumat (4/9/2926).

Kebijakan ini muncul di tengah semakin banyaknya influencer Al di berbagai platform media sosial. Pada Juli 2026, The New York Times melaporkan bahwa mereka menemukan ratusan sosok dokter, figur kesehatan, dan kebugaran yang dibuat menggunakan Al di media sosial. Akun-akun tersebut digunakan untuk mempromosikan suplemen atau menyampaikan klaim kesehatan kepada pengguna.

Perubahan aturan ini juga datang setelah Instagram mendapat kritik terkait sebuah fitur Al yang memungkinkan pengguna membuat gambar menggunakan kemiripan orang lain. Pengguna keberatan karena konten publik mereka di Instagram dapat digunakan tanpa persetujuan eksplisit. Meta kemudian menghapus fitur tersebut.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|