
Alfamidi menyalurkan lebih dari 160.000 butir telur untuk 875 anak di 26 kabupaten/kota sebagai dukungan pemenuhan gizi dan pencegahan stunting. /Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) terus memperluas Program Protein Cegah Stunting dengan menyalurkan lebih dari 160.000 butir telur kepada 875 anak di 26 kabupaten/kota sejak 2024. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pemenuhan gizi anak melalui pemberian dua butir telur setiap hari selama enam bulan.
Program yang kini telah menjangkau 15 provinsi itu menjadi salah satu bentuk komitmen Alfamidi dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membantu pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan protein hewani.
Jangkau 15 Provinsi di Indonesia
Sejak diluncurkan pada 2024, Program Protein Cegah Stunting telah dilaksanakan di berbagai daerah, meliputi Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Maluku.
Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, mengatakan setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh asupan gizi yang memadai agar dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
"Melalui program ini, kami ingin berkontribusi dalam membantu memenuhi kebutuhan protein harian anak-anak. Lebih dari 160.000 butir telur yang telah disalurkan menjadi bagian dari upaya Alfamidi mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak Indonesia," kata Retriantina.
Telur Dipilih sebagai Sumber Protein Berkualitas
Retriantina menjelaskan telur dipilih sebagai bahan pangan utama dalam program tersebut karena merupakan sumber protein hewani berkualitas yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting untuk mendukung pertumbuhan anak.
Menurutnya, pemberian telur secara rutin diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian anak sehingga mendukung proses tumbuh kembang yang lebih optimal.
Dalam pelaksanaannya, Alfamidi bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), serta puskesmas di masing-masing daerah.
Kolaborasi tersebut tidak hanya dilakukan dalam proses penyaluran telur kepada penerima manfaat, tetapi juga mencakup pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak selama program berlangsung.
Target 190.000 Telur hingga Akhir 2026
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung pemenuhan gizi anak Indonesia, Alfamidi menargetkan penyaluran sebanyak 190.000 butir telur hingga Desember 2026.
Pelaksanaan Program Protein Cegah Stunting juga memperoleh apresiasi dari berbagai pemerintah daerah. Sepanjang periode 2024 hingga 2026, program tersebut telah meraih 10 penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat.
Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh para penerima. Salah satunya disampaikan Grachella, orang tua balita asal Minahasa, Sulawesi Utara, yang mengaku terbantu dengan bantuan telur dari Alfamidi.
"Alfamidi yang selama ini dekat dengan tempat tinggal kami juga hadir melalui program bantuan telur untuk balita. Semoga anak kami mendapat asupan gizi yang lebih baik dan tumbuh kembangnya optimal," ungkapnya.
Melalui Program Protein Cegah Stunting, Alfamidi berharap dapat terus berkontribusi dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, memiliki pertumbuhan optimal, dan mampu meraih potensi terbaiknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































