Anak Lebih Rentan Terkena Influenza, Kenali Kelompok yang Berisiko

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Sabtu, 19 September 2026 16:07 WIB

Anak Lebih Rentan Terkena Influenza, Kenali Kelompok yang Berisiko

Foto ilustrasi anak sakit flu. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Anak-anak dinilai lebih rentan tertular influenza tipe A dan B dibandingkan orang dewasa. Sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kerentanan tersebut.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. dr. Anggraini Alam, menjelaskan anak juga memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus yang menyebar melalui udara.

Menurut Anggraini, posisi tubuh anak yang relatif lebih rendah dibandingkan orang dewasa membuat mereka berpotensi lebih mudah menghirup partikel halus yang keluar ketika seseorang berbicara, batuk, atau bersin.

"Anak-anak itu tingginya kan masih di bawah dewasa. Kalau orang dewasa bicara, bersin, atau batuk, mereka yang akan menghirup semua partikel-partikel halus. Sehingga anak-anak yang lebih yang berisiko tertular," kata Anggraini di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (19/9/2026).

Anak di Bawah 5 Tahun Termasuk Kelompok Berisiko

Di antara kelompok anak, mereka yang berusia di bawah lima tahun termasuk yang paling berisiko mengalami influenza. Risiko penularan juga lebih tinggi pada anak yang dititipkan di tempat penitipan anak (TPA), terutama jika berada di ruangan yang padat dan minim ventilasi.

Kelompok lain yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi meliputi anak dengan gangguan neurologis atau tumbuh kembang, anak yang tinggal dalam fasilitas perawatan untuk waktu lama, serta anak yang berada di lingkungan padat.

Kerentanan anak berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang. Selain itu, anak umumnya belum memiliki pengalaman paparan terhadap berbagai jenis virus sebanyak orang dewasa.

Anak yang terinfeksi influenza juga berpotensi menularkan virus dalam waktu lebih lama. Kondisi serupa dapat terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu atau immunocompromised.

Anggraini menyampaikan bahwa sebagian anak yang mengalami influenza membutuhkan perawatan di rumah sakit.

“Sekitar 5% anak yang mengalami influenza membutuhkan perawatan di rumah sakit. Dari kelompok tersebut, sekitar 80% merupakan pasien berumur di bawah 2 tahun dan setengahnya adalah bayi berusia kurang dari 6 bulan,” lanjut Anggraini.

Gejala Influenza pada Anak

Influenza pada anak dapat menimbulkan gejala yang berat dan berkembang dengan cepat. Gejala yang dapat muncul antara lain hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, demam tinggi, kelelahan, serta kehilangan nafsu makan.

Penderita juga dapat mengalami nyeri atau pegal di sekujur tubuh. Pada sejumlah kasus, proses pemulihan dapat berlangsung lebih lama, bahkan hingga beberapa minggu.

Jaga Kebersihan untuk Mencegah Penularan

Virus influenza dapat menyebar melalui partikel pernapasan dan dapat mencemari permukaan benda. Karena itu, menjaga kebersihan tangan dan lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko penularan.

Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi anak, terutama jika masih berusia di bawah lima tahun atau memiliki faktor risiko tertentu. Apabila anak mengalami gejala yang mengkhawatirkan, pemeriksaan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|