
Foto ilustrasi kekeringan. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY memperkuat berbagai langkah antisipasi untuk mengurangi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Strategi yang disiapkan mencakup penggunaan varietas padi tahan kekeringan, percepatan masa tanam, hingga optimalisasi infrastruktur pengairan agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Kepala DPKP DIY, Eko Aris Nugroho, mengatakan upaya antisipasi diawali dengan pemetaan wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan. Selain itu, pihaknya mengoptimalkan pengelolaan sumber air dan mempercepat masa tanam di kawasan yang masih memiliki potensi untuk budidaya padi.
Penyesuaian Pola Tanam
DPKP DIY juga menyesuaikan pola tanam berdasarkan kondisi iklim dan ketersediaan air di masing-masing wilayah. Di saat yang sama, koordinasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk memantau perkembangan kondisi lahan pertanian selama musim kemarau.
Menurut Eko, salah satu langkah utama yang ditempuh adalah memanfaatkan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi minim air.
"Langkah antisipatif untuk mengurangi dan mencegah kekeringan di pertanian antara lain penggunaan varietas padi tahan kekeringan seperti inpago, inpari 32, inpari 38, inpari 39, inpari 42, inpari 46, situbagendit, cakrabuana dan varietas lokal," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Selain penggunaan benih tahan kekeringan, DPKP DIY juga melakukan penyesuaian jadwal tanam, terutama di wilayah pertanian tadah hujan yang lebih rentan mengalami keterbatasan pasokan air.
Infrastruktur Irigasi Dioptimalkan
Untuk mendukung kebutuhan air di lahan pertanian, DPKP DIY melakukan pendataan ketersediaan pompa air dan sumur di setiap kabupaten. Pompa air selanjutnya dimobilisasi ke daerah yang berpotensi mengalami kekeringan, terutama wilayah yang masih memiliki sumber air permukaan maupun air tanah.
Langkah lain yang ditempuh meliputi normalisasi saluran irigasi, perbaikan jaringan pengairan, pembangunan pipanisasi di kawasan yang memiliki sumber air permukaan, hingga mendorong petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Eko menjelaskan berbagai upaya tersebut juga didukung melalui sinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian kabupaten, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ESDM, serta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO).
"Seperti irigasi pompa, irigasi perpipaan, Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), perbaikan jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier," jelasnya.
Ketersediaan Pangan Tetap Stabil
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan Pemda DIY terus memperkuat langkah menghadapi potensi El Nino dengan memastikan ketahanan pangan, memperkuat infrastruktur irigasi, dan meningkatkan koordinasi lintas daerah.
Menurut Ni Made, berdasarkan laporan yang diterima, kondisi ketersediaan pangan di DIY hingga saat ini masih relatif stabil.
"Ya kalau lihat dari laporan kemarin sih secara ketersediaan sih stabil ya untuk pangan," jelasnya.
Selain menjaga pasokan pangan, pemerintah juga mengkaji pemanfaatan teknologi penyimpanan air hujan sebagai cadangan air pada musim kemarau. Ia menyebut usulan pembangunan embung juga terus didorong, sementara salah satu rencana pembangunan embung di Kabupaten Sleman saat ini masih berada dalam tahap perizinan.
Ni Made menambahkan penetapan status darurat kekeringan menjadi kewenangan masing-masing kepala daerah sesuai kondisi wilayahnya. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika kondisi kekeringan semakin meluas.
"Jadi kepala daerah masing-masing untuk menentukan kondisi itu supaya kemudian nanti ada penyikapan cepat gitu untuk penanganan lebih lanjut. Saya kira itu ya, karena memang yang parah Gunungkidul, Kulonprogo," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































