Apindo Jateng: Banyak Pengusaha Tekor Akibat Meroketnya Harga Biji Plastik

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Frans Kongi mengungkapkan, harga biji plastik telah mengalami kenaikan 100 persen. Menurutnya, kenaikan tersebut tidak hanya membebani masyarakat, tapi juga menyebabkan sejumlah pengusaha di Jateng mengalami kerugian.

"Biji plastik sekarang sudah naik 100 persen," ungkap Frans ketika dikonfirmasi soal kenaikan harga produk plastik, Selasa (7/4/2026). 

Dia menambahkan, kenaikan bahan baku secara otomatis akan meningkatkan ongkos produksi. "Paling tidak produksi itu akan merosot karena harganya terlalu tinggi," ujarnya. 

Selain biji plastik, Frans menyebut, harga poliester juga telah mengalami kenaikan. "Poliester ini juga sudah naik 100 persen," katanya. 

Menurut Frans, dengan kenaikan komponen produksi lainnya, dapat dipastikan harga produk plastik turut melonjak. "Ini di luar daripada jangkauan masyarakat juga. Daya beli, di lain pihak, juga sedang menurun," ucapnya. 

Dia menilai, sektor garmen juga dapat terimbas kenaikan tersebut. Karena mereka membutuhkan poliester untuk sebagian produknya. 

Frans mengungkapkan, kenaikan harga jual produk plastik masih berpotensi melambung. "Kita lihat juga nanti transportasi, pemerintah memang belum naikkan, tapi kalau tidak salah BBM untuk industri sudah naik. Ini nanti akan mempengaruhi biaya logistik, transportasi, dan lain-lain," ucapnya. 

Menurut Frans, sebagian pengusaha industri plastik di Jateng sudah mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan baku plastik. "Ada pabrik yang sudah tutup kontrak sekian banyak untuk produksi plastik. Sudah tutup kontrak, harga belum naik. Tiba-tiba ini mau produksi sudah naik 100 persen. Jadi ruginya luar biasa," ungkapnya. 

Dia mengakui, kenaikan harga bahan baku plastik, termasuk komponen lainnya, tak terlepas dari konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah. "Kita sangat mengharapkan kepada pemerintah supaya terus berjuang, berdiplomasi, untuk kelancaran suplai minyak. Jangan sampai berkurang terlalu banyak sehingga harga-harga betul-betul tidak terjangkau lagi," kata Frans. 

Frans pun berharap pemerintah dapat memberikan keringanan atau insentif untuk para pengusaha di industri plastik. Misalnya dalam bentuk insentif pajak. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|