Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Donald Trump secara tersirat menyebut Selat Hormuz sebagai "Selat Trump." Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pengiriman minyak yang vital sekaligus titik penting dalam perang Iran.
Iran harus "membuka Selat Trump - maksud saya, Hormuz," kata Trump dalam pidatonya di Future Investment Initiative di Miami pada Jumat, yang disambut tawa dari hadirin.
"Maafkan saya. Saya sangat menyesal. Kesalahan yang sangat buruk," katanya, berpura-pura meminta maaf sebelum membuat mengklarifikasi, "Berita palsu akan mengatakan, 'Trump secara tidak sengaja mengatakan' - Tidak, saya bukan orang yang membuat kesalahan seperti itu."
Komentar Trump di tengah memanasnya konflik soal Selat Hormuz di tengah perang Iran.
Jelang memasuki bulan kedua sejak AS-Israel menyerang Iran, Tehran masih gigih memblokir selat tersebut - menghalangi jalur yang biasanya mengangkut 20 juta barel minyak per hari.
Selat Hormuz berperan penting dalam stabilitas ekonomi global. Ketegangan di jalur ini dapat memicu inflasi dan dampak signifikan bagi banyak negara yang bergantung pada selat tersebut.
Pada Senin sebelumnya, Trump mengemukakan kemungkinan bahwa selat tersebut dapat dikendalikan bersama oleh "saya dan Ayatollah" sebagai bagian dari penyelesaian perang.
Sejak itu, Trump mengatakan bahwa Iran sedang bernegosiasi dengan AS untuk mencapai kesepakatan, meskipun Teheran membantah bahwa pembicaraan damai sedang berlangsung.
(hsy/hsy)
Addsource on Google
















































