Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah tekanan jual asing yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu, investor global masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu.
Berdasarkan data perdagangan periode 20-24 April 2026, meski asing mencatat net sell Rp2,95 triliun, terdapat sejumlah saham yang justru diborong (net foreign buy), terutama dari sektor konglomerasi, energi, hingga komoditas.
Berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar:
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) - Rp824,0 miliar
- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) - Rp817,6 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) - Rp492,4 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp382,6 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp190,4 miliar
- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp183,0 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp168,7 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp139,5 miliar
- PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp137,1 miliar
- PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SKRN) - Rp95,9 miliar
Aksi beli asing terlihat cukup agresif pada saham berbasis sumber daya alam seperti SSMS, INCO, hingga MEDC, yang mengindikasikan masih adanya minat terhadap sektor komoditas di tengah tekanan pasar.
Sementara itu, sepekan kemarin IHSG turun 504,51 poin atau -6,61%. Indeks parkir di level 7.129,49 pada perdagangan Jumat (24/4/2026).
Rata-rata nilai transaksi harian pada periode 20-24 April 2026 turun 3,67% secara mingguan menjadi Rp 19,61 triliun. Akan tetapi rata-rata harian volume saham yang diperdagangkan naik 4,44% menjadi 44,88 miliar dalam 2,75 juta kali transaksi.
Sebagian saham turun lebih dari 2% sepanjang pekan lalu. Kapitalisasi pasar pun merosot 7,07% menjadi Rp 12.736 triliun.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

















































