
Pengaspalan jalan. Dokumen Kementerian PU
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menggenjot penggunaan campuran Aspal Buton (Asbuton) olahan sebesar 30% atau A30 pada sejumlah proyek jalan tol strategis di Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan impor aspal sekaligus menjaga efisiensi belanja infrastruktur.
Pada tahap awal, material A30 akan diterapkan pada sejumlah ruas jalan tol yang juga dirancang memiliki fungsi ganda sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penggunaan aspal A30 menjadi bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan material lokal dalam pembangunan infrastruktur nasional.
"Alasan pakai aspal A30 karena untuk mengurangi impor aspal," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).
Adapun ruas jalan tol yang disiapkan untuk penerapan campuran Asbuton tersebut meliputi Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, hingga Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.
Penerapan pada ruas-ruas strategis tersebut ditujukan untuk membuktikan bahwa material lokal mampu memenuhi standar teknis infrastruktur tingkat tinggi, baik untuk kebutuhan sipil maupun pertahanan nasional.
Dody menjelaskan skema penyerapan Asbuton akan dilakukan secara bertahap, serupa dengan kebijakan mandatori pencampuran biodiesel B10 hingga B20 di sektor energi.
"Jadi secara gradual kita naikkan kadar dari aspal Butonnya, tapi tetap memperhatikan nilai keekonomiannya. Sehingga kemudian APBN yang biasa digunakan untuk membangun dan preservasi jalan tidak membengkak," jelasnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi bantalan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mengantisipasi fluktuasi harga aspal minyak dunia yang memengaruhi pembiayaan infrastruktur.
Selama ini, pasokan aspal nasional masih didominasi produk impor. Padahal, Pulau Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi cadangan aspal alam yang melimpah.
Dody meyakini pemanfaatan Asbuton tidak hanya memperkuat ketahanan rantai pasok dan daya saing industri nasional, tetapi juga menjaga efisiensi anggaran negara.
"Sehingga kemudian APBN yang biasa digunakan untuk membangun dan preservasi jalan tidak membengkak," kata Dody.
Sebelumnya, Kementerian PU menyatakan Indonesia memiliki cadangan Aspal Buton terbesar di dunia dengan potensi mencapai 663 juta ton.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PU menyebut cadangan tersebut berada di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemanfaatannya saat ini terus didorong dalam rangka peningkatan penggunaan material lokal.
"Pemanfaatan Asbuton mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), kemandirian material konstruksi nasional, dan inovasi jalan berkelanjutan," ujar Ditjen Bina Marga dalam akun Instagram resminya, dikutip Selasa (9/6/2026).
Kementerian PU menargetkan penggunaan Asbuton mulai dilakukan secara bertahap pada tahun ini. Pada 2029, penggunaan Asbuton ditargetkan mencapai 100% di seluruh jalan di Indonesia.
Sebagai tahap awal, pemerintah telah melakukan uji coba penggunaan Asbuton di Jalan Tol Pemalang–Batang pada 25 Mei 2026 sepanjang 1,5 kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































