Jakarta, CNBC Indonesia - PT Astra International Tbk. (ASII) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 23 April 2026. Hal yang dibahas kepada para pemegang saham terkait dengan penggunaan laba bersih, pembagian dividen, hingga perubahan pengurus.
Manajemen memaparkan, Astra membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 32,76 triliun. Sejalan dengan capaian tersebut, perseroan mengusulkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 390 per saham.
Besaran dividen tersebut sudah termasuk dividen interim Rp 98 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen sebesar Rp 292 per saham direncanakan akan dibagikan pada Mei 2026.
Selain pembagian dividen, agenda penting lainnya terkait perubahan susunan manajemen. Sebagai informasi, mayoritas masa jabatan Dewan Komisaris dan Direksi akan berakhir pada penutupan RUPST 2026, sehingga perseroan mengusulkan pengangkatan kembali serta penunjukan anggota baru.
Disebutkan bahwa, pemegang saham utama, Jardine Cycle & Carriage Limited mengusulkan sejumlah nama untuk mengisi posisi direksi, antara lain Rudy sebagai Presiden Direktur, serta beberapa direktur lainnya, seperti Gidion Hasan, Santosa, Gita Tiffani Boer, FXL Kesuma, Thomas Junaidi Alim. W, Hsu Hai Yeh, Siswadi, dan Djap Tet Fa.
Sementara itu, jajaran komisaris juga diusulkan diisi oleh sejumlah nama seperti Prijono Sugiarto sebagai Presiden Komisaris serta beberapa komisaris independen antara lain Sri Indrastuti Hadiputranto, Muliaman Darmansyah Hadad, Muhamad Chatib Basri, dan Pariya Tangtongpairot.
Sementara usulan jajaran Komisaris antara lain, Anthony John Liddell Nightingale dan Benjamin William Keswick.
Dalam agenda remunerasi, Astra mengusulkan penetapan total honorarium Dewan Komisaris maksimal sebesar Rp 2,16 miliar per bulan (gross), berlaku sejak 23 April 2026 hingga penutupan RUPST 2027.
(fsd/fsd)
Addsource on Google


















































