Jumali Senin, 27 Juli 2026 11:17 WIB

Salah satu produk dari Bajaj/Rideapart
Harianjogja.com, JOGJA—Bajaj Auto mengambil langkah yang tidak lazim dalam peta persaingan kendaraan listrik global. Produsen roda dua asal India tersebut memastikan motor listrik generasi terbarunya tidak akan memulai debut di pasar domestik, melainkan lebih dulu dipasarkan ke sejumlah negara tujuan ekspor.
Keputusan ini menjadi strategi baru perusahaan yang selama ini dikenal kuat di pasar sepeda motor konvensional dan memiliki pengaruh besar di industri otomotif internasional, termasuk melalui kepemilikannya di merek asal Austria, KTM.
Kepastian mengenai proyek tersebut disampaikan Chief Financial Officer (CFO) Bajaj Auto, Dinesh Thapar. Kepada ET Auto, Senin (27/7/2026), Thapar mengungkapkan bahwa pengembangan motor listrik baru perusahaan masih berlangsung dan peluncuran komersialnya direncanakan dimulai secara bertahap pada tahun fiskal 2028.
Alih-alih langsung memasuki pasar India yang menjadi basis utama perusahaan, Bajaj memilih menjadikan pasar luar negeri sebagai tahap awal pengujian sekaligus pengembangan produk.
Strategi tersebut dilakukan untuk memastikan teknologi yang diusung benar-benar matang sebelum dipasarkan secara luas di negara asal. Dengan memulai dari pasar ekspor, perusahaan dapat mempelajari respons konsumen, pola penggunaan kendaraan, hingga efektivitas teknologi yang diterapkan pada motor listrik terbaru mereka.
Keputusan itu juga menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati dibandingkan sejumlah produsen lain yang berlomba-lomba mempercepat peluncuran kendaraan listrik di pasar domestik.
Menariknya, ketika banyak produsen otomotif Asia menjadikan Amerika Serikat dan Eropa sebagai target utama ekspansi kendaraan listrik, Bajaj justru melihat peluang yang lebih besar di Amerika Latin.
Kawasan tersebut dinilai memiliki kombinasi yang ideal antara pertumbuhan permintaan kendaraan listrik dan kekuatan merek Bajaj yang sudah terbangun selama bertahun-tahun.
Beberapa negara di Amerika Latin telah menjadi pasar penting bagi Bajaj, termasuk Kolombia yang memiliki penetrasi sepeda motor cukup tinggi. Di sejumlah wilayah, kendaraan roda dua masih menjadi sarana transportasi utama karena lebih efisien dan sesuai dengan kondisi perkotaan yang padat.
Selain itu, kebutuhan kendaraan listrik di kawasan tersebut berkembang pesat seiring meningkatnya layanan pengantaran barang dan transportasi berbasis aplikasi.
Melihat karakter pasar tersebut, motor listrik baru Bajaj diperkirakan tidak hanya menyasar konsumen pribadi, tetapi juga pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan operasional dengan biaya penggunaan rendah.
Salah satu teknologi yang disebut berpotensi menjadi andalan adalah sistem baterai yang dapat ditukar atau swappable battery. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengganti baterai yang habis dengan baterai penuh dalam waktu singkat tanpa harus menunggu proses pengisian daya.
Konsep tersebut dinilai cocok untuk kebutuhan armada pengiriman dan pengemudi transportasi daring yang membutuhkan tingkat operasional tinggi setiap hari.
Meski fokus awal diarahkan ke pasar ekspor, pengembangan motor listrik Bajaj juga tidak terlepas dari perubahan regulasi yang sedang berlangsung di India.
Pemerintah setempat mulai memperketat kebijakan terkait emisi kendaraan bermesin pembakaran internal. Sejumlah kota besar bahkan telah menyiapkan peta jalan menuju penggunaan kendaraan listrik yang lebih luas.
New Delhi menjadi salah satu contoh daerah yang mengambil langkah agresif. Pemerintah kota tersebut berencana menghentikan penjualan sepeda motor bermesin pembakaran internal mulai 1 April 2028 sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi udara.
Kondisi tersebut membuat Bajaj perlu menyiapkan produk yang kompetitif sebelum pasar kendaraan listrik India memasuki fase pertumbuhan yang lebih cepat.
Dengan menjadikan pasar ekspor sebagai tahap awal, perusahaan berharap dapat menyempurnakan teknologi, mengukur kebutuhan konsumen secara lebih akurat, serta membangun fondasi bisnis yang kuat sebelum bersaing di pasar domestik yang diperkirakan akan semakin kompetitif dalam beberapa tahun mendatang.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa persaingan kendaraan listrik tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang meluncurkan produk lebih cepat, tetapi juga oleh kemampuan produsen membaca kebutuhan pasar dan menyiapkan teknologi yang sesuai dengan karakter pengguna di berbagai wilayah dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































